Pembebasan Lahan Bendungan Rukoh Dilanjutkan

·
Pembebasan Lahan Bendungan Rukoh Dilanjutkan
Lokasi pembangunan Bendungan Rukoh. Foto direkam pada Juni 2019. Dok. sinarpidie.co.

Didasari Penlok pengadaan tanah yang dikeluarkan pada 2015 silam, total lahan yang sudah dibebaskan sejak tahun 2015 seluas 71,73 hektare. Karena Penlok pengadaan tanah yang dikeluarkan pada 2015 silam berakhir pada 2018 lalu maka pembebasan lahan dilanjutkan dengan penlok yang baru.

sinarpidie.co- Penetapan lokasi (Penlok) pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Rukoh di Kecamatan Titeu-Keumala, Pidie, telah ditandatangani Bupati Pidie Roni Ahmad.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pidie Saiful Azhari mengatakan dengan keluarnya Penlok yang baru beberapa bulan yang lalu maka pihaknya mulai kembali bekerja melakukan pengukuran tanah.

“Yang terakhir kita lakukan pendataan pengukuran bidang tanah itu jumlahnya 102 bidang tanah. Yang 102 bidang ini sedang kita lengkapi data-data yuridisnya. Kalau nanti sudah lengkap, kita bisa segera menyelesaikan pembayarannya,” kata Saiful pada sinarpidie.co, Rabu, 24 Juni 2020. “Jangan sampai Penloknya berakhir lagi. Jadi kacau nanti,” kata Saiful.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Balai Wilayah Sungai Sumatra I Kamal Bahri mengatakan kebutuhan pengadaan tanah pembangunan Bendungan Rukoh seluas 858 hektare di mana 345,08 hektare di antara masuk ke dalam kawasan Hutan Produksi (HP), sedangkan sekitar 400 hektare merupakan kawasan non-hutan.

“102 bidang yang saat ini sedang didata kita harapkan selesai dilakukan pembebasan tahun ini. Target kita dalam dua tahun pembebasan lahan untuk bendungan tersebut selesai,” kata dia, Rabu, 24 Juni 2020.

Baca juga:

Didasari Penlok pengadaan tanah yang dikeluarkan pada 2015 silam, total lahan yang sudah dibebaskan sejak tahun 2015 seluas 71,73 hektare. Karena Penlok pengadaan tanah yang dikeluarkan pada 2015 silam berakhir pada 2018 lalu maka pembebasan lahan dilanjutkan dengan penlok yang baru. “Luas lahan yang dibebaskan sebenarnya masih merujuk Penlok yang lama dan tercover semua,” sebut Kamal.

345,08 hektare dari total 858 hektare lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Bendungan Rukoh, Pidie, yang masuk ke dalam kawasan Hutan Produksi (HP), telah mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Nomor SK.335/Menlhk/Setjen/PLA.0/7/2017. 

Sebelumnya, PPK Perencanaan Bendungan pada Balai Wilayah Sungai Sumatera I Nizamuddin mengatakan pihaknya optimis, selama tidak ada hambatan di lapangan, Bendungan Rukoh ditargetkan akan beroperasi pada 2023. “Saat ini galian tugu bendungan hampir rampung dan kita sudah memulai pekerjaan gali terowongan,” kata dia pada sinarpidie.co, Selasa, 4 Februari 2020 lalu. []

Reporter: Diky Zulkarnen, Firdaus

Loading...