Pembangunan Rumah Dhuafa Terhenti di Tangan Nova

·
Pembangunan Rumah Dhuafa Terhenti di Tangan Nova
Rumah Khatijah Ahmad di Gampong Lampoh U Lhok Kaju, Kecamatan Indra Jaya, Pidie. Foto direkam Maret 2019. (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

sinarpidie.co - Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal tidak lagi mengover penggunaan dana infaq yang semula sebagiannya digunakan untuk pembangunan rumah dhuafa. Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2018 tentang Baitul Mal, yang diterbitkan pada 31 Desember 2018, sebaliknya mengatur bahwa penyaluran infaq dilakukan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, penyertaan modal, dan diinvestasikan sebagai tabungan dana umat untuk pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat.

Ironisnya lagi, sejak Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal disahkan, Peraturan Gubernur atau Pergub Aceh sebagai turunan dari qanun tersebut tak kunjung diterbitkan. Akibatnya, sekitar Rp 170 miliar lebih dana infaq mengendap di Baitul Mal Aceh sejak 2018. 

Anggota Komisi IV, yang juga angota Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Anwar Husen SPdI MAP, Senin, 21 Juni 2021 lalu, mengatakan bahwa DPRA menolak Pergub yang mengatur tentang pengalihan dana infaq untuk kegiatan lain. "Karena itu, Komisi VI DPRA sedang mempercepat pembahasan revisi Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal," katanya.

Dana infaq yang mengendap tak hanya terjadi di Baitul Aceh, tapi juga mendera Baitul Mal di kabupaten atau kota di Aceh.

Celakanya, Gubernur Aceh Nova Iriansyah justru menuding terhentinya pembangunan rumah dhuafa dalam tiga tahun terakhir karena kesalahan DPRA. "Belanja pembangunan rumah dhuafa belum dapat dilaksanakan karena belum selesainya perubahan Qanun Aceh nomor 10 tahun 2018 tentang Baitul Mal," kata Nova, menyampaikan jawaban atas pendapat dan rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPR Aceh terhadap Rancangan Qanun Aceh tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pelaksanaan APBA 2020 dalam rapat paripurna di Gedung Utama DPRA, Kamis, 19 Agustus 2021 malam. []

Loading...