Pembangunan Masjid Terhambat karena Pemkab Pidie tak Kunjung Tangani Tanah Wakaf di Kompleks PCC

·
Pembangunan Masjid Terhambat karena Pemkab Pidie tak Kunjung Tangani Tanah Wakaf di Kompleks PCC
Tiga tukang bangunan sedang mengecat dinding tembok belakang masjid, sementara dua pekerja lainnya sedang membersihkan material bangunan menumpuk di saluran agar saluran tersebut tidak sumbat, Selasa, 17 November 2020 kemarin. (sinarpidie.co/DIky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Tiga tukang bangunan sedang mengecat dinding tembok belakang masjid, sementara dua pekerja lainnya sedang membersihkan material bangunan yang menumpuk di saluran agar saluran tersebut tidak sumbat, Selasa, 17 November 2020 kemarin.

Bangunan itu adalah Masjid Al-Qurban di Gampong Masjid Runtoh, Kecamatan Pidie, Pidie, yang disangga 62 tiang beton yang tingginya sekitar lima meter lebih. Lantai masjid itu masih beralaskan semen kasar. Sementara, pada langit-langit masjid itu, plafon hanya terpasang pada beberapa bagian.

Pembangunan masjid ini, berdasarkan yang tertera pada papan informasi, hanya mengandalkan sumbangan dari masyarakat. Selain itu, pembangunan masjid ini  juga mendapat pendanaan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Perkim Aceh tahun anggaran 2020 senilai Rp 300 juta.

Bahrul, 45 tahun, salah seorang tukang yang sedang bekerja membangun masjid ini mengatakan masih banyak biaya yang dibutuhkan untuk merampungkan masjid ini. “Sisa biaya yang dibutuhkan mencapai ratusan juta,” kata Bahrul, Selasa, 17 November 2020.

Baca juga:

Bahrul mengatakan pembangunan masjid ini tidak bisa dikerjakan sekaligus karena skema pembangunannya harus menunggu bantuan dari masyarakat terkumpul lalu baru pekerjaan konstruksi dapat dilakukan.

Khatib Masjid Runtoh, Teungku Fajri, mengatakan hal serupa. Kata dia, jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie sudah membayar sewa atau tukar guling tanah tanah wakaf masjid ini, dana tersebut dapat digunakan untuk memacu pembangunan masjid itu.

“Tanah wakaf milik masjid ini, yang berada di kompleks Pidie Convention Center (PCC), masih mempunyai tuan atau pemilik. Kami butuh kejelasan dari Pemkab Pidie soal status tanah itu. Pemkab Pidie harus segera membangun kesepakatan soal status tanah tersebut,” kata Teungku Fajri, Rabu, 18 November 2020.

Teungku Fajri juga meminta Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie untuk turun tangan. “Kita punya MPU yang akan meluruskan bagaimana mekanisme penyelesaian tanah wakaf tersebut. Jadi MPU harus mengeluarkan semacam fatwa terhadap masalah ini,” kata Teungku Fajri.

Diberitakan sebelumnya, 7.420 meter persegi lahan tempat di mana Gedung Pidie Convention Center (PCC) berdiri di Gampong Lampeudeu Baroh, Kemukiman Tijue, Kecamatan Pidie, merupakan tanah wakaf milik Meunasah Gampong Lampeudeu Tunong dan tanah wakaf milik Masjid Gampong Masjid Runtoh, Kecamatan Pidie, Pidie:  3.400 meter persegi tanah wakaf milik Masjid Gampong Masjid Runtoh dan 4.020 meter milik Meunasah Gampong Lampeudeu Tunong.

Semula, Pemkab Pidie, melalui Wakil Bupati Fadhullah TM Daud menjanjikan tanah tersebut akan disewa. Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud membenarkan hal itu. “Namun, kalau sewanya dalam jangka waktu yang panjang, hal itu bermasalah secara prosedur dalam pemerintahan,” kata Fadhlullah, Kamis, 3 September 2020 lalu. []

Loading...