Pembangunan Jalan Baru dan Jembatan di Keude Lueng Putu Mulai Dikerjakan

·
Pembangunan Jalan Baru dan Jembatan di Keude Lueng Putu Mulai Dikerjakan
Pembangunan jembatan dengan lebar 14 meter dan panjang 26 meter serta pembangunan jalan di atas bekas jalan rel kereta api dengan panjang kurang lebih 800 meter dimulai dari Simpang Blang Gapu. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Pembangunan jembatan dengan lebar 14 meter dan panjang 26 meter serta pembangunan jalan di atas bekas jalan rel kereta api dengan panjang kurang lebih 800 meter dimulai dari Simpang Blang Gapu.

Untuk membangun jembatan dan pembukaan jalan baru di atas tanah PT KAI itu, Pemkab Pidie Jaya, pada tahun anggaran 2020 ini telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11, 5 miliar, untuk pembangunan jembatan senilai Rp 9,5 miliar dan pembukaan serta pengerasan jalan senilai Rp 2 miliar.

Selain menganggarkan anggaran pembangunan jembatan dan pembukaan jalan,  Pemkab Pidie Jaya juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar kompensasi biaya pembongkaran dan pemindahan barang-barang milik 43 KK di Dusun Keude Likot, Keude Lueng Putu, yang rumah mereka dibongkar karena terdampak pembangunan jembatan dan jalan tersebut.

Baca juga:

Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas mengatakan pembukaan jalan baru dari Simpang Blang Gapu hingga ke Pasar Keude Lueng Putu agar kemaceten di jalan lintas nasional Banda Aceh-Medan--dari Keude Lueng Putu hingga ke depan Mesjid Keude Lueng Putu--dapat tertangani dengan baik. "Dengan pembukaan jalan itu, volume kendaraan yang melintasi di atas jalan nasional, tepatnya di titik jalan yang rawan ambruk, dapat dikurangi sehingga angka kecelakaan dapat ditekan. Selain itu, ekses dari dibukanya jalan di atas bekas jalan rel kereta api ini juga akan membawa dampak peningkatan ekonomi baru, di mana di sisi kiri kanan jalan itu nanti akan berdiri pertokoan warga," ujar Aiyub Abbas, Senin, 20 Juli 2020.

Diberitakan sebelumnya, Plt Sekda Pidie Jaya Ir Jailani Beuramat mengatakan terdapat beberapa kategori masyarakat terdampak pembangunan jalan dan jembatan tersebut, yang akan memperoleh kompensasi, antara lain pemilik rumah yang menempati rumah di sana memperoleh Rp 20 juta, penyewa Rp 15 juta, pemilik rumah tapi rumah mereka disewakan Rp 5 juta, dan penyewa yang tak memiliki KTP Pidie Jaya diberikan kompensasi Rp 3 juta.

"Dana kompensasi ini dibayarkan ke setiap rekening warga. Nah, persoalan mau dikemanakan uang kompensasi tersebut adalah hak warga. Apakah mau beli tanah secara kolektif, itu dapat dimusyawarahkan dengan perangkat gampong," ujar Ir Jailani Beuramat. []

Loading...