Pembangunan Gedung SMP Unggul Pidie Jaya Menyisakan Kekurangan yang Mencolok

·
Pembangunan Gedung SMP Unggul Pidie Jaya Menyisakan Kekurangan yang Mencolok
Pada tahun anggaran 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Otonomi Khusus (OTSUS) untuk pembangunan gedung SMP Unggul senilai Rp 6 miliar. Proyek ini dimenangkan PT Putra Nangroe Aceh dengan nilai kontrak Rp 5.950.803.000. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Unggul Pidie Jaya yang semula terletak di Gampong Mesjid, Trienggadeng, direlokasi ke kompleks Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie Jaya di Gampong Rungkom, Meureudu.

Pada tahun anggaran 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (OTSUS) untuk pembangunan gedung SMP Unggul senilai Rp 6 miliar. Proyek ini dimenangkan PT Putra Nangroe Aceh dengan nilai kontrak Rp 5.950.803.000.

Namun pekerjaan kontruksi gedung yang dimulai pada 21 Agustus hingga 28 Desember 2020, berdasarkan amatan sinarpidie.co pada Kamis 7 Januari 2021, masih menyisakan kekurangan di sana-sini: lantai keramik gedung kantin dan dapur terlihat bergelombang serta tidak rapi. Lalu, atap gedung kantin dan dapur tidak simetris.

"Coba dilihat keramik di gedung kantin dan dapur yang bergelombang, bagaimana itu mereka bekerja," kata Mustafa, salah satu pengurus Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie Jaya, Kamis, 7 Januari 2021.

Salah seorang dewan guru di MUQ Pidie Jaya, yang enggan identitasnya disebutkan, mengatakan pengerjaan pembangunan gedung ini terkesan terburu-buru dan terkesan semata-mata untuk mengejar waktu penyelesaian.

"Bebeberapa hari sebelum akhir tahun sampai jam empat pagi mereka masih bekerja," katanya, "Akibatnya ya seperti ini. Berpengaruh terhadap kualitas bangunan."

Kabid Dikdas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya, Makmur SPd, mengatakan progres pembangunan SMP Unggul sudah seratus persen sesuai dengan kontrak. "Secara keseluruhan, setelah diperiksa oleh tim teknis, sudah sesuai dengan items pekerjaan. Namun yang di luar kontrol ini, ke depan, akan kita panggil pihak rekanan karena ada beberapa items yang harus diperbaiki kembali," kata Makmur, Senin 11 Januari 2021. "Ini kan masih dalam masa pemeliharaan. Untuk menarik dana seratus persen tentu ada jaminan pemeliharaan. Kita coba komunikasi kembali. Apabila rekanan memang tidak mau memperpaiki, berati akan kita buat surat pernyataan."

Loading...