Pemasangan Kawat Kejut untuk Halau Gajah di Tangse Tak Efektif

·
Pemasangan Kawat Kejut untuk Halau Gajah di Tangse Tak Efektif
Warga Gampong Beungga menghalau gajah dengan menggunakan mercon.

sinarpidie.co -  Warga Kemukiman Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, merasa sudah sangat kewalahan dengan gangguan gajah liar yang merusak tanaman perkebunan mereka. Ketua Pemuda Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Muhammad Nasir, 49 tahun, mengatakan dalam dua pekan terakhir, jumlah gajah liar yang masuk ke dalam perkebunan warga mencapai 40-an ekor.

“Pemerintah tidak peduli lagi dengan masalah petani yang menghadapi gangguan gajah liar. Kami memutuskan untuk menangani sendiri masalah ini dengan cara melakukan penggiringan menggunakan mercon,” kata Nasir, Senin, 20 September 2021.

Dalam lima tahun terakhir, kata Nasir, puluhan ribu tanaman pinang warga yang sudah berbuah telah di Kemukiman Beungga ditumbangkan gajah liar. Selain, itu gajah juga merobohkan ribuan batang pohon durian warga yang berkebun di kemukiman yang sama.

“Hasil kebun seperti pinang dan durian sudah tidak bisa lagi menjadi andalan Tangse karena mereka telah dirusak oleh gajah liar. Warga semakin banyak yang meninggalkan areal kebun mereka dan memilih mencari rezeki di bidang lain,” kata Nasir.

Tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie memasang kawat kejut sepanjang lima kilometer di Kemukiman Beungga untuk menghalau gajah liar masuk ke dalam kebun dan pemukiman penduduk.

Namun, warga di sana menilai kawat kejut tersebut sama sekali tidak efektif. Tahun ini, pemasangan kawat kejut dilakukan di Gampong Tunong, Kecamatan Keumala, Pidie. 

Plt Camat Keumala, Nurjannah, mengatakan bahwa pemasangan kawat kejut sepanjang 800 meter di lintasan gajah di Keumala telah rampung.  "Menurut informasi yang saya terima, pemasangan kawat kejut akan ditambah lagi,” kata Plt Camat Keumala, Nurjannah, Senin, 20 September 2021. []

Loading...