Pelaku Penambangan Mineral Bukan Logam Ilegal Dibekuk Tim Satreskrim Polres Pidie

·
Pelaku Penambangan Mineral Bukan Logam Ilegal Dibekuk Tim Satreskrim Polres Pidie
Dua unit eksavator diamankan di Mapolres Pidie. Foto Ist.

sinarpidie.co--Dua terduga pelaku penambangan pasir batu ilegal di aliran sungai Keumala di Gampong Cot Nuran, Kecamatan Keumala, Pidie, ditangkap tim Satreskrim Polres Pidie, Minggu, 22 September 2019. Keduanya merupakan operator dua unit eksavator yang sedang melakukan operasi produksi (OP) penambangan pasir batu di lokasi tersebut, yaitu Ari Fahrizal dan Muhammad Dahlan.

“Tim menemukan aktivitas pertambangan batuan non-logam illegal tanpa surat Izin Usaha Produksi (IUP) yang mana alat berat merk Hitachi yang dioperasikan oleh terlapor Ari Fahrizal telah membuat aliran Sungai Keumala menjadi rusak. Kemudian saat unit Opsnal hendak mengamankan barang bukti tersebut, telihat satu alat berat lain yang berjenis Komatsu berjarak 20 meter yang dioperasikan Muhammad Dahlan yang juga telah membuat aliran sungai Keumala menjadi rusak,” kata Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Eko Rendi Oktama SH, Senin, 23 September 2019.

Setelah menangkap kedua operator eksavator tersebut, kata Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Eko Rendi Oktama SH, unit Opsnal juga mengamankan satu orang lainnya, yang bernama Basri bin Sulaiman, yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi pertambangan illegal tersebut.

“Guna untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya saudara Basri bin Sulaiman ikut terkait,” kata dia.

Baca juga:

Saat ini, barang bukti berupa dua unit eksavator telah diamankan di Mapolres Pidie. Selain menangkap dan memeriksa dua operator eksavator, Ari Fahrizal dan Muhammad Dahlan, tim Satreskrim Polres juga menangkap Basri bin Sulaiman. "Untuk dilakukan interogasi lebih lanjut," kata Iptu Eko Rendi Oktama SH.

Data yang dihimpun sinarpidie.co pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, per November 2018, untuk izin eksploitasi pasir dan batu di Pidie tersebar di Gampong Kumbang Kecamatan Keumala, Gampong Tunong Kecamatan Keumala, Gampong Blang Malo Kecamatan Tangse, Gampong Dayah Keumala Kecamatan Keumala, Gampong Pako Kecamatan Keumala, Gampong Blang Rikui Kecamatan Tiro/Truseb. Kecuali PT. Muara Tiga Batee Abadi yang sempat mengantongi izin eksploitasi pasir batu di kawasan hutan produksi di Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Muara Tiga seluas 139 hektare, rata-rata pemegang izin Operasi Produksi (OP) pasir batu adalah perseorangan dengan luas wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) mineral bukan logam jenis pasir batu tersebut antara 0,86 hingga 1,7 hektare. []

Komentar

Loading...