Pelaku Pemerkosaan dan Penganiayaan Zubaidah Dibekuk Polisi

·
Pelaku Pemerkosaan dan Penganiayaan Zubaidah Dibekuk Polisi
Personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Pidie membekuk Armia Ismail, 39 tahun, pelaku pemerkosaan yang mengakibatkan Zubaidah, 58 tahun, meninggal dunia. Armia ditangkap di jalan di Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, pada Rabu, 13 Januari 2021 dini hari. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Pidie membekuk Armia Ismail, 39 tahun, pelaku pemerkosaan yang mengakibatkan Zubaidah, 58 tahun, meninggal dunia. Armia ditangkap di jalan di Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, pada Rabu, 13 Januari 2021 dini hari.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Pidie, pada Kamis, 14 Januari 2021, mengungkapkan motif pelaku melakukan pemerkosaan untuk melampiaskan nafsu. “Tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban saat melakukan pemerkosaan,” kata AKBP Zulhir Destrian SIK MH, didampingi Wakapolres Pidie, Kompol Dedy Darwinsyah SE MM dan Kasatreskrim Polres Pidie, AKP Ferdian Chandra SSos MH.

Armia berasal dari Gampong Kulam Baro, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie. Ia berprofesi sebagai pemulung barang bekas. Sehari-hari, ia mengendarai becak motor warna hijau yang sudah butut.

Zubaidah, warga Gampong Mesjid Runtoh, Kecamatan Pidie, Pidie, yang ditemukan tak lagi bernyawa pada Senin, 11 Januari 2021, bukanlah satu-satunya korban pemerkosaan dan penganiayaan Armia.

Kata AKBP Zulhir Destrian SIK MH, Armia melakukan penganiayaan pada setiap para korban yang ia perkosa. Setelah memperkosa dan menganiaya RI, 48 tahun, warga Padang Tiji, pada Desember 2020 lalu, Armia, sebut AKBP Zulhir, juga merampas uang RI senilai Rp 2 juta. “Armia juga menjadi pelaku percobaan pemerkosaan terhadap NM, 38 tahun, perempuan asal Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, pada 30 Desember 2020,” kata AKBP Zulhir lagi.

Baca juga:

Barang bukti yang diamankan, di antaranya satu unit becak motor warna hijau tanpa nomor polisi, dua unit HP Samsung dan Infinik, satu senter warna, satu unit sandal warna merah jambu, satu lembar celana warna merah jambu bermotif,  satu lembar kain krim, dan satu kalung rantai besi.

“Pasal yang dipersangkakan pada Armia adalah pasal 291 KUHP subs pasal 285 KUHP Jo pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun ditambah sepertiga,” tutup AKBP Zulhir. []

Loading...