Pedoman Covid-19 Kemenkes, Jumlah Rapid Test di Aceh, dan Peningkatan ODP dari Hari ke Hari

·
Pedoman Covid-19 Kemenkes, Jumlah Rapid Test di Aceh, dan Peningkatan ODP dari Hari ke Hari
Ilustrasi rapid test. Sumber ilustrasi: padang.tribunnews.com.

Jumlah rapid test yang disalurkan Dinas Kesehatan Aceh ke seluruh Aceh: 2.400 rapid test. Sementara,  jumlah ODP di Aceh per 5 April 2020, pukul 17:00 WIB: 1.228 ODP dan 54 PDP. Belum ada penambahan rapid test.

sinarpidie.co—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan definisi operasional Pasien dalam Pengawasan (PDP), Orang dalam Pemantauan (ODP), dan Orang tanpa Gejala (OTG) melalui Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi keempat yang diterbitkan pada 23 Maret 2020.

Pasien yang terinfeksi Covid-19 adalah mereka yang dinyatakan positif melalui pemeriksaan PCR atau Polymerase Chain Reaction. Namun, surveilans atau pengawasan pada PDP, ODP, dan OTG diperlakukan sama. Surveilans pada PDP, ODP, dan OTG dilakukan selama 14 hari sejak mulai munculnya gejala. Terhadap mereka dilakukan pengambilan spesimen pada hari pertama dan kedua untuk pemeriksaan Reverse transcription (RT) PCR.

Jika tidak tersedia fasilitas pemeriksaan RT PCR maka dilakukan pemeriksaan rapid test. Apabila hasil pemeriksaan rapid test pertama menunjukkan hasil negatif, PDP, ODP, dan OTG dengan gejala ringan melakukan isolasi diri di rumah;  PDP, ODP, dan OTG dengan gejala sedang dirujuk ke RS Darurat, dan PDP, ODP, dan OTG dengan gejala berat dirujuk ke RS Rujukan.

Pemeriksaan ulang terhadap PDP, ODP, dan OTG negatif rapid test dilakukan pada 10 hari berikutnya. Jika hasil pemeriksaan ulang menunjukkan PDP, ODP, dan OTG tersebut positif maka hasil swab tenggorokan yang bersangkutan dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan RT PCR sebanyak dua kali selama dua hari berturut-turut.

Jika sejak pemeriksaan rapid test PDP, ODP, dan OTG telah positif, PDP, ODP, dan OTG dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi diri di rumah, PDP, ODP, dan OTG dengan gejala sedang dirujuk ke RS Darurat, dan PDP, ODP, dan OTG dengan gejala berat dirujuk ke RS Rujukan.

Pada kelompok PDP, ODP, dan OTG yang positif ini langsung dikonfirmasi dengan pemeriksaan RT PCR sebanyak dua kali selama dua hari berturut-turut di laboratorium pemeriksa yang mampu melakukan pemeriksaan RT PCR.

Baca juga:

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos MKes merinci per Minggu, 5 April 2020, jumlah ODP di Pidie 21 orang, 15 di antaranya dalam pemantauan, sedangkan enam lainnya selesai dilakukan pemantauan. Lalu, jumlah PDP lima pasien, dua di antaranya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Chik di Tiro, dua lainnya menjalani isolasi di rumah, dan satu PDP selesai dipantau.

Dinas Kesehatan Pidie telah mendistribusikan alat pelindung diri (APD) dari Dinas Kesehatan Aceh ke 13 puskemas—dari total 26 Puskesmas di Pidie—pada Rabu, 1 April 2020. Setiap 13 puskesmas tersebut mendapat dua baju hazmat, kecuali Puskesmas Mane dan Geumpang yang masing-masing mendapatkan satu unit baju hazmat.

Pidie juga mendapat empat boks rapid test dari Dinas Kesehatan Aceh. Setiap boks berisikan 20 rapid test dan satu pengukur suhu tubuh. Semua rapid test tersebut diserahkan ke RSUD Teungku Chik di Tiro.

“Penggunaan rapid test terhadap PDP di rumah sakit Teungku Chik di Tiro berdasarkan diagnosa dokter spesialis paru dan beliau yang menentukan,” kata Efendi, Minggu, 5 April 2020.

2.400 rapid test

Jumlah rapid test yang disalurkan Dinas Kesehatan Aceh ke seluruh Aceh ialah 2.400 rapid test, sedangkan dihimpun dari laman Dinas Kesehatan Aceh per 5 April 2020, pukul 17:00 WIB, jumlah ODP di Aceh 1.228 ODP—807 dipantau dan 421 selesai dilakukan pemantauan— dan 54 PDP—tujuh dirawat, 45 pulang, dan dua lainnya, masing-masing satu PDP yang dinyatakan positif Covid-19 dan satu lainnya negatif Covid-19 meninggal dunia.

Sementara, dari lima pasien yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil sampel swab tenggorokan dari Balitbangkes Kemenkes, tiga di antaranya telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Minggu, 5 April 2020, sedangkan seorang lainnya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, Minggu, 5 April 2020, mengatakan jumlah rapid test di Aceh belum bertambah.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat meresmikan Ruang Outbreak Pinere Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh, Selasa, 31 Maret 2020, mengatakan bahwa persiapan Pemerintah Aceh menghadapi Covid-19 lebih tinggi dari tren kasus yang terjadi.

Data yang sinarpidie.co himpun dari Dinas Kesehatan Aceh per 25 Maret 2020, ruangan, SDM utama, dan alat kesehatan utama pada 13 rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh: delapan ruang RICU, 38 ruang isolasi, 20 alat bantu pernapasan atau ventilator, 58 monitor, empat X-Ray, 41 troly, delapan virus transport media (VTM), dan 26 dokter spesialis paru, serta 53 dokter spesialis penyakit dalam. []

Loading...