Pedagang Keluhkan Masker yang Tak Disediakan bagi Warga yang Ingin Beli Daging Meugang

·
Pedagang Keluhkan Masker yang Tak Disediakan bagi Warga yang Ingin Beli Daging Meugang
Lapak penjual daging meugang di Pasar Pante Teungoh Sigli. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Muhammad Putra, 29 tahun, warga Gampong Paloh, Kecamatan Pidie, Pidie, menyembelih empat ekor lembu jantan dan empat ekor kerbau jantan untuk permintaan daging meugang, Kamis, 23 April 2020. Dia menjual daging meugang di empat lapak di Pasar Terpadu Pante Teungoh, Kota Sigli. Putra mulai mengangkut daging dagangannya ke Pasar Teungoh Sigli pada pukul 05.00 WIB. "Tiga pekerja di setiap lapak,” kata Putra, Kamis, 23 April 2020. “Delapan ternak yang saya sembelih habis terjual pada pukul 15.00 WIB.”

Pada meugang puasa tahun lalu, Putra sedikitnya menyembelih 5 ekor sapi dan 5 ekor kerbau.

Penjual daging meugang lainnya di Pasar Pante Teungoh, Nasrol, 45 tahun, mengatakan permintaan daging pada meugang Ramadhan tahun ini berkurang sekira 20 persen. Menurut Nasrol, hal itu dipicu banyaknya pembeli yang tidak dibolehkan masuk ke dalam pasar oleh petugas keamanan karena mereka tidak memakai masker. “Jumlah pembeli yang tidak memakai masker dan dilarang masuk ke pasar oleh petugas kemanan mencapai 40 persen,” kata Nasrol.

Seharusnya, sebut Nasrol lagi, petugas keamanan yang berdiri di pintu masuk pasar menyediakan masker bagi warga agar mereka bisa masuk ke dalam pasar. “Karena petugas keamanan pasar langsung menyuruh pulang warga yang tidak pakai masker, sudah pasti omzet kami yang berkurang,” kata Nasrol

Amatan sinarpidie.co, sebagian besar pedagang daging di Pasar Pante Teungoh tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah dihimbau Pemerintah Kabupaten Pidie, seperti memakai masker dan sarung tangan, menjaga jarak, satu lapak pejual daging dengan lapak penjual daging lainnya berjarak tiga meter, dan lapak pedagang menggunakan plastik transparan.

“Kalau para pembeli yang masuk ke Pasar Pante Teungoh sudah pasti memakai masker, kalau tidak, mereka tidak diizinkan masuk oleh petugas keamanan,” sebut Nasrol.

Harga daging di pasar tersebut pada Kamis, 23 April 2020 Rp 170 ribu per kilogram. Harga tersebut turun pada pukul 12.00 WIB menjadi Rp 160 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.

“Puncak pembeli daging meugang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB,” tutup Nasrol. []

 

Loading...