Pedagang Ayam di Pasar Grong-Grong Keluhkan Air Bersih

·
Pedagang Ayam di Pasar Grong-Grong Keluhkan Air Bersih
Pedagang ayam dan pekerja pembersihan ayam di Pasar Tradisional Grong-Grong, Pidie, mengeluhkan ketersediaan air bersih di tempat tersebut. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Pedagang ayam dan pekerja pembersihan ayam di Pasar Tradisional Grong-Grong, Pidie, mengeluhkan ketersediaan air bersih di tempat tersebut. Padahal pada tahun 2019, Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UKM) Pidie pernah berjanji akan membangun sumur bor di sana.

Jailani, 40 tahun, salah seorang pekerja yang membersihkan ayam sebelum dijual pada konsumen di Pasar Grong-Grong, mengatakan bahwa setiap harinya dirinya setidaknya membutuhkan 500 liter air bersih untuk bekerja. "Saat hari besar seperti maulid, kebutuhan air bersih meningkat hingga lima kali lipat," kata lelaki yang membersihkan bulu-bulu ayam dengan tangan, itu, Kamis, 21 Oktober 2021.

Selama ini pekerja seperti Jailani hanya mengandalkan sumur tua yang memiliki delapan cincin. "Tinggi air dalam hanya 30 sentimeter dan keruh," kata Azhari, salah seorang pria yang menggeluti pekerjaan yang sama dengan Jailani. "Sumber air lainnya berasal dari sumur bor di pasar ikan. Air yang dihasilkan kira-kira 15 liter per menit, dan itu harus mengantri."

Adapun jumlah pedagang ayam di Pasar Tradisional Grong-Grong sebanyak sembilan meja. Sementara, ada delapan pekerja yang mencabut bulu-bulu ayam atau membersihkan ayam.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Disperindagkop-UKM Pidie, Usman SE, tidak bisa menjawab perihal akan dibangun atau tidaknya sumur bor di Pasar Tradisional Grong-Grong. "Bidang saya cuma mengutip retribusi. Kami tidak bisa mengusulkan. Meminta pemeliharaan pasar saja tidak bisa," katanya, Kamis, 21 Oktober 2021. []

Loading...