Pasien Gangguan Jiwa karena Pengaruh Narkoba Lebih Sulit Diobati

·
Pasien Gangguan Jiwa karena Pengaruh Narkoba Lebih Sulit Diobati
Ruangan jiwa RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli. (sinarpidie.co/DIky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Pasien gangguan jiwa yang disebabkan pengaruh narkoba, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) lainnya lebih sulit untuk disembuhkan daripada pasien penderita gangguan jiwa yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan faktor keluarga.

“Rata-rata sel pada otak penderita gangguan jiwa karena NAPZA sudah banyak yang hancur sehingga mereka sulit diobati,” kata dr Khairiadi SpKJ, dokter spesialis kejiwaaan pada  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Chik di Tiro Sigli, pada sinarpidie.co Senin, 9 November 2020.

Kata dia, terdapat 18 pasien gangguan jiwa yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli. “18 pasien itu saat ini sedang dikarantina di kamar. Mereka akan dirawat di sini dalam waktu delapan hingga 12 hari. Bila keadaan pasien membaik, mereka akan dipulangkan. Sebaliknya, jika keadaan pasien bertambah parah, mereka akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh,” kata dia lagi.

Di samping itu, sebutnya, jumlah pasien yang melakukan rawat jalan di Ruang Poli Klinik Jiwa RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli dalam sehari mencapai 60 pasien. dr khairiadi juga mengungkapkan penyebab pasien gangguan jiwa yang tidak kunjung membaik karena pasien tidak teratur minum obat dan ditelantarkan keluarga. “Rata-rata masalahnya tidak teratur dalam berobat sehingga menyebabkan pasien bertambah parah,” sebut Khairiadi.

RSUD Teungku Chik Di Tiro Sigli memiliki 12 unit kamar yang diperuntukkan bagi pasien gangguan jiwa, yang terdiri dari delapan unit kamar karantina pasien, dua unit kamar isolasi, dan dua unit kamar rawat inap. []

Loading...