Kuliner

Panganan Tradisional Aceh Masih Banyak Diminati

·
Panganan Tradisional Aceh Masih Banyak Diminati
Panganan tradisional Aceh yang dijual di Pasar Beureunuen, Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Panganan tradisional Aceh masih banyak diminati. Syamsiah, 60 tahun warga Beureueh Lampoh Sawo, Kecamatan Mutiara, Pidie, salah seorang penjual aneka panganan tradisional Aceh di Pasar Beuruenuen, telah 20 tahun lebih berjualan panganan khas Aceh itu.

Ragam panganan tradisional yang dijajakannya: makanan boh manok, yang bentuknya bermotif bunga; peukaraih, bhoi, beurune, bada reuteuk, bolu, dhodhoi, kue sepet, kue ruti bangket atau roti puteh dan muesukat.

Dia menuturkan, kue tradisional ini biasanya laku keras menjelang hari raya.

“Dan untuk acara acara adat,” kata Syamsiah, Minggu, 20 Januari 2019. “Kalau khusus pesanan untuk acara tueng dara baro atau keumaweuh itu meuseukat, kue makanan boh manok, peukaraih, bhoi dan dhodhoi.”

Kartini (kiri), 63 tahun warga Beureueh Lampoh Sawo, salah seorang penjual panganan khas Aceh di Pasar Beureunuen sedang melayani pembeli. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Ia berjualan di sebuah tenda 2 x 3 meter di pinggir jalan Banda Aceh-Medan, Beureunuen, Pidie, pada Sabtu dan Minggu.

“Hari-hari lainnya kami jualan di dalam di Pasar Beurneuneun,” katanya.

Pada Sabtu-Minggu, kata dia, dagangannya laku sekitar Rp 1 juta.

“Hari lainnya tidak sampai Rp 1 juta lakunya. Biasanya menjelang hari raya mencapai Rp 3 juta lakunya,” tuturnya.

Keukarah rasanya tidak terlalu manis, namun lebih gurih. Makanan boh manok manis rasanya karena ada air gula di luarnya, dan kue bhoi lebih terasa lemak dan manis.

Penjual panganan khas Aceh lainnya, Kartini, 63 tahun, warga Beureueh Lampoh Sawo, juga mengungkapkan hal yang sama.

Baca juga:

Perempuan yang 30 tahun telah berjualan panganan khas Aceh di Beuruenuen menuturkan, kue bhoi dan makanan boh manok lebih banyak laku dibandingkan panganan lainnya. 

Syamsiah, 60 tahun warga Beureueh Lampoh Sawo, Kecamatan Mutiara, Pidie, salah seorang penjual aneka panganan tradisional Aceh di Pasar Beuruenuen. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Adapun bahan-bahan untuk membuat keukarah: tepung beras, santan kelapa, minyak dan gula. Makanan boh manok: telur, tepung beras, gula dan minyak. Bhoi: telur, gula, tepung beras dan vanili.

“Dulu tidak ramai penjual kue tradisional di Beurneun. Sekarang makin bertambah. Kalau menjelang hari raya lebih ramai lagi,” kata Kartini. []

Loading...