Kuliner

Panganan Adee dan Jeungki Tepung

·
Panganan Adee dan Jeungki Tepung
Jeungki penumbuk tepung untuk panganan adee. (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

sinarpidie.co—Sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, saat orang-orang tengah lelap tidur, Hasna Dewi justru sibuk mempersiapkan beberapa bahan seperti tepung beras, gula, santan kelapa, jeuramaneh, dan bawang merah.

"Harus pagi-pagi, kalau tidak, tidak keburu," kata Perempuan kelahiran Gampong Arusan, Kecamatan Kembang Tanjong, 36 tahun silam ini, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Bahan-bahan tersebut adalah bahan untuk membuat adee, salah satu panganan yang juga diproduksi dalam skala industri rumah tangga di Kembang Tanjong. Lazim disebut: adee Kembang Tanjong.

"Tepungnya harus ditumbuk dengan jeungki, karena tepung yang digiling pakai mesin itu tidak bisa," ungkapnya kepada sinarpidie.co.

Pengolahan tepung secara tradisional bertujuan untuk memperoleh tekstur ade yang lembut. Pasalnya, menurut Hasna, dengan menggunakan tepung olahan mesin, tekstur adee akan kasar dan susah saat akan digulung.

"Kalau pakai tepung olahan mesin, waktu digulung akan hancur," ungkapnya.

Kemudian, bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam sebuah wadah plastik. Mereka dicampur dan diaduk hingga merata. "Gula sama tepung harus sama takarannya, kalau gula satu gelas, misalnya, tepung juga," jelasnya.

Ia melanjutkan, "Setelah itu dimasukkan santan, jeramaneh dan bawang secukupnya".

Setelah adonannya siap. Ia mengambil beberapa batu bata yang kemudian disusun menjadi tiga bagian, kaleng bekas untuk penutup kuali yang terbuat dari tanah, dan beberapa serabut kelapa untuk perapiannya.

 "Luasnya itu harus pas dengan kuali," kata dia. "Nanti serabut kelapa harus diletakkan di atas sama di bawah, biar nanti matangnya pas. Tapi sebelumnya, harus diolesin dulu minyak dikualinya".

Adee Kembang Tanjong adalah salah satu makanan khas Pidie yang masih eksis hingga saat ini. Ukurannya, setelah digulung, hampir sama dengan ukuran sebatang cerutu. Untuk rasanya, adee ini mempunyai rasa manis, kenyal, dan legit. Ia sangat mudah dijumpai di saat bulan puasa di pasar Kembang Tanjong. Harga per kotak, Rp 5000 dengan enam potong di dalamnya. Selain di bulan Ramadhan, panganan itu bisa diperoleh di Pasar Ie Leubeue, sebuah pasar tradisional yang terletak di Kecamatan Kembang Tanjong.

Baca juga:

"Tapi cuma pagi, soalnya pasar itu aktif dari jam 6 sampai jam 10 pagi," kata Hasna. []

Loading...