Pagu Anggaran untuk Pembebasan Lahan Jembatan Pidie Rp 4 M Terlalu Tinggi

·
Pagu Anggaran untuk Pembebasan Lahan Jembatan Pidie Rp 4 M Terlalu Tinggi
Lokasi pembangunan Jembatan Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Pagu anggaran untuk pembebasan lahan lebih kurang 6.600 meter persegi untuk pembangunan Jembatan Kecamatan Pidie  (DOKA 2019) atau Jembatan Gajah Ayee-Lampoh Krueng dengan pagu anggaran Rp 4 miliar ditenggarai terlalu tinggi. Nurdin, 60 tahun. warga Gampong Lampoh Krueng, Kecamatan Pidie, mengatakan, tanah di lokasi tersebut dihargai Rp 40.000 per meter persegi.

“Pembebasan lahan selebar 20 meter persegi dengan panjang sekitar 2 km untuk proyek membuka sungai dan membangun tanggul. Lahan yang dikeruk untuk dijadikan sungai 10 meter persegi dan di pinggir sungai masing-masing lahan seluas 5 meter persegi disisakan. Tahun kemarin, dipojok sana ada yang jual tanah Rp 40.000 per meter persegi,” kata Nurdin pada sinarpidie.co, Selasa, 3 Desember 2019.

Amatan sinarpidie.co, lokasi tanah yang rawan terkikis abrasi sungai tersebut terletak di Gampong Lampoh Kreung.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Pidie, Thantawi Yusuf mengatakan, pagu anggaran Rp 4 miliar tersebut bukan hanya untuk pembebasan lahan Jembatan Gajah Ayee-Lampoh Krueng melainkan pembebasan lahan di Gampong Blok Sawah dan pembebasan lahan di Gampong Blang Paseh untuk perluasan jalan.

“Terkait pembebasan lahan pembangunan Jembatan Pidie hingga kini belum tuntas karena salah seorang pemilik lahan belum menyerahkan surat keabsahan sebagai pemilik tanah. Dari 7 pemilik tanah, tinggal satu pemilik tanah lagi yang belum clear soal pembebasan tanah. Kita akan terus buat pendekatan, agar masalah ini bisa secepatnya selesai,” kata dia, Selasa, 3 Desember 2019. 

Baca juga:

Jembatan rangka baja Gajah Ayee-Lampoh Krueng atau Jembatan Simpang Pidie, Kecamatan Pidie, dikerjakan CV Oza Karya dengan nilai kontrak Rp 1.431.054.364,08 pada 2018. Hanya ada satu abutment jembatan yang selesai dibangun pada 2018 lalu. Pembangunan jembatan tersebut rencananya akan dilanjutkan pada  tahun 2020 mendatang setelah pembebasan lahan pada 2019 selesai dilakukan. []

Reporter: Candra Saymima dan Diky Zulkarnen

Komentar

Loading...