Pagu ADG Ratusan Gampong di Pidie tak Mampu Bayar Gaji Keuchik dan Perangkat Gampong

·
Pagu ADG Ratusan Gampong di Pidie tak Mampu Bayar Gaji Keuchik dan Perangkat Gampong
Pelantikan pengurus DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Pidie di Oproom Kantor Bupati Pidie, Kamis, 12 Maret 2020. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Alokasi dana gampong (ADG) ratusan gampong di Pidie tidak cukup untuk merealisasikan kenaikan gaji keuchik dan perangkat gampong pada tahun 2020. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie Drs Samsul Azhar mengatakan pihaknya akan segera menyampaikan data jumlah gampong tersebut pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Kita sedang menunggu laporan dari camat. Setelah laporan diterima baru kemudian direkap dan disampaikan ke TAPD,” kata Samsul, seusai pelantikan pengurus DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Pidie di Oproom Kantor Bupati Pidie, Kamis, 12 Maret 2020.

Batas waktu penyampaian hal tersebut, kata Samsul lagi, hingga Jumat, 13 Maret 2020 besok. “Jumlah gampong yang sudah melapor mencapai ratusan gampong, tetapi masih ada gampong yang belum melapor pada camat,” tutupnya.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengatur peningkatan penghasilan kepala desa beserta perangkatnya pada 2020 ini tidak sepenuhnya berjalan dengan mulus. Penyebabnya ialah kekurangan alokasi dana desa (ADD) atau ADG untuk menutupi gaji tersebut.

Baca juga:

Dalam Peraturan Bupati Pidie nomor 13 tahun 2020 tentang Penghasilan Keuchik dan Perangkat Gampong, Tunjangan Tuha Peuet Gampong, serta Honorarium Imam dan Bilal Meunasah dalam Kabupaten Pidie tahun 2020 ditetapkan bahwa penghasilan tetap keuchik Rp 2.426.640 per bulan, penghasilan tetap sekretaris gampong Rp 2.224.420 per bulan, Kaur gampong Rp 2.022.200, kepala dusun atau ulee jurong Rp 2.022.200  dan bendahara gampong Rp 2.022.200.

Peningkatan penghasilan tersebut tak terjadi pada tuha peuet dan imam serta bilal meunasah. Mereka hanya memperoleh tunjangan per bulan, yaitu ketua tuha peuet Rp 400 ribu per bulan, anggota tuha peuet Rp 250 ribu per bulan, imam menasah Rp 400 ribu per bulan, dan bilal Rp 250 ribu. []

Loading...