PAD Pidie Dirancang Terjun Bebas, Ini Penyebabnya

·
PAD Pidie Dirancang Terjun Bebas, Ini Penyebabnya
RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co—Penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pidie yang tertuang dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBK Pidie tahun 2020 dipengaruhi oleh taget pendapatan pada Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Chik di Tiro Sigli.

“Target pendapatan BLUD yang banyak berkurang. Itu masuk ke dalam PAD Lainnya yang sah. Tentang mengapa ada penurunan, mungkin BLUD punya prediksi sendiri,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Kabupaten (BPKK) Pidie, Mustafa SE MSi, pada sinarpidie.co, Rabu, 13 November 2019.

Direktur RSUD Teungku Chik di Tiro dr Muhammad Yassir Sp An mengatakan, alasan penurunan pendapatan BLUD Pemkab Pidie itu dikarenakan adanya kebijakan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) yang memberlakukan aturan tentang rujukan.

Masyarakat Pidie, yang  iuaran BPJS mereka ditanggung oleh pemerintah, harus dirujuk ke rumah sakit tipe D (di Pidie rata-rata rumah sakit swasta) dahulu sebelum ke rumah sakit tipe C, B dan A untuk berobat. RSUD Teungku Teungku Chik di Tiro merupakan rumah sakit tipe B.

“Dulu, rujukan berjenjang dari Puskesmas bisa langsung ke RSUD Teungku Chik di Tiro. Sekarang, dari Puskesmas ke RS tipe D dan C dulu,” kata dia Rabu, 13 November 2019.

Baca juga:

Diberitakan sebelumnya, rencana Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pidie pada 2020 dirancang turun dibandingkan target PAD pada 2019 lalu. Target PAD 2020 yang dirancang sebesar Rp 243.371.220.676, sedangkan pada 2019 lalu target PAD ditetapkan Rp 282.214.740.586 atau mengalami penurunan sebesar Rp 38.843.519.910.

Target PAD 2019 juga terjun bebas dibandingkan target PAD pada 2018, yakni Rp 327.642.748.009. Pada 2018, realisasi PAD Pidie sebesar Rp 237.201.958.015,66 atau 72,40 persen dari target Rp 327.642.748.009. Target PAD pada 2018 juga lebih kecil dari target PAD pada 2017, yakni 354.941.845.159 dan terealisasi pada 2017 sebesar Rp 267.608.101.034, 43. []

Loading...