Oknum Wartawan Disebut-Sebut Catut Nama PWI Pidie untuk Keruk Keuntungan Pribadi

·
Oknum Wartawan Disebut-Sebut Catut Nama PWI Pidie untuk Keruk Keuntungan Pribadi
Sumber ilustrasi: beritajatim.com.

sinarpidie.co—Salah seorang oknum wartawan Amiruddin Mk disebut-sebut mengatasnamakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Pidie untuk kepentingan pribadinya. Tiga kegiatan yang dibiayai APBK dan APBG yang diduga ia bancak setelah membawa nama organisasi profesi wartawan tersebut adalah Festival Geudeu-Geudeu yang digelar Selasa, 29 Oktober 2019 oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disparbudpora) Pidie; bimteks manajemen gampong dan manajemen BUMG 30 dari total 50 gampong di Kecamatan Pidie, Pidie yang digelar 22 hingga 25 November di sebuah hotel di Peunayong, Banda Aceh; dan dana hibah pada Pemkab Pidie melalui Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Kabupaten (BPKK) Pidie, yang pelaporan keuangannya diduga fiktif.

Kepala Bidang Olahraga pada Disparbudpora Pidie A Wahab mengatakan total anggaran untuk kegiatan tersebut sekitar Rp 40 juta. “Rp 10 untuk Bang Amir. Untuk publikasi,” kata dia, Selasa, 31 Desember 2019.

Ketua Forum Keuchik Kecamatan Pidie Nazaruddin mengatakan kegiatan bimteks 30 gampong di Kecamatan Pidie tidak ada sangkut-pautnya dengan forum keuchik. “Bang Amir wartawan. Dia bilang, kalau ada wartawan tanya-tanya, bilang itu punya saya. Mula-mula, Amir tanya, apa ada pelatihan aparatur gampong, saya jawab ada tapi belum semua gampong selesai laksanakan pelatihan tersebut. Dia minta saya berikan form pelatihan tersebut pada keuchik-keuchik dalam Kecamatan Pidie,” kata Nazaruddin, Selasa, 31 Desember 2019.

Camat Pidie Miswar SSos membenarkan hal itu. Kata dia, kegiatan tersebut telah terealisasi. “Dia (Amir) memfasilitasi lembaga pelatihan tersebut dengan para keuchik. Keterlibatan beliau hingga mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut,” kata Miswar, Selasa, 31 Desember 2019.

Pelaksana kegiatan bimteks tersebut adalah Lembaga Manajemen Indonesia yang beralamat di Medan, Sumatera Utara.

Mengatasnamakan PWI Perwakilan Pidie, Amiruddin Mk juga diduga turut menyampaikan laporan keuangan fiktif, hibah dari Pemkab Pidie sebesar Rp 41 juta pada tahun anggaran 2019.

Dhian Anna Asmara, wartawan senior di Pidie, mengecam tindakan tersebut. Amiruddin Mk, kata dia, yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWI Pidie, tidak hanya telah membawa-bawa PWI untuk mencari keuntungan pribadinya, tapi juga telah melecehkan profesi wartawan. “PWI Aceh harus mengambil sikap dan merekomendasikan sanksi ke PWI Pusat,” kata dia.

Amiruddin Mk, yang dikonfirmasi mengatakan, dalam ketiga kegiatan tersebut tidak tertulis nama PWI Perwakilan Pidie sehingga ia menampik telah membawa-bawa nama PWI Perwakilan Pidie untuk kepentingan pribadinya.  “Saya tanya sama Anda, apakah ada tertulis nama PWI di situ?” kata dia melalui sambungan telepon selular, Selasa, 31 Desember 2019.

“Saya tak mau dikonfirmasi. Caranya lapor polisi saja biar ditangkap!” kata dia lagi sambil mengeluarkan makian dalam bahasa Aceh.

Dalam LPJ Dana Operasional PWI Kabupaten Pidie sebesar Rp 41 juta yang dihimpun, tertera korps Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pidie.

Diberhentikan dari AJI

Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh Afifuddin menuturkan Amiruddin Mk sebelumnya pernah tercatat sebagai anggota AJI, tapi majelis etik dalam sidang memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan. “Dalam AD-ART AJI tidak ada kata pemecatan. Jadi, pemberhentian sebagai anggota setelah diputuskan melanggar kode etik dan kode prilaku AJI serta kode etik jurnalistik oleh majelis etik. Dia diberi pilihan: mengundurkan diri atau diberhentikan,” kata Afifuddin, Selasa, 31 Desember 2019.

Afifuddin juga mengatakan, AJI Banda Aceh juga telah mencabut kartu keanggotaan Amiruddin Mk. “Kartu uji kompetensi jurnalis atau kartu UKW yang bersangkutan ikut gugur dengan sendirinya. Secara de facto kartu UKW atas namanya masih tercatat di dewan pers tapi secara de jure sebenarnya tidak lagi. Akan saya sampaikan ke Jakarta besok karena proses cabut nama di Dewan Pers agak lama,” katanya. []

Catatan:

Rabu, 1 Januari 2020, Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh Afifuddin menyebutkan Amiruddin Mk mengundurkan diri dari keanggotaan AJI bukan atas putusan sidang majelis etik melainkan atas inisiatifnya sendiri. Catatan ini ditambahkan Rabu, 1 Januari 2020 pukul 19.52 WIB.

Reporter: Firdaus, Diky Zulkarnen, dan Candra Saymima

Komentar

Loading...