Kawula Muda

Nitasia Hutasuhut: Waktu Nita Udah 23 Tahun, Novel itu Harus Siap

·
Nitasia Hutasuhut: Waktu Nita Udah 23 Tahun, Novel itu Harus Siap
Nitasia Hutasuhut. (sinarpidie.co/Mutamimul Ula).

sinarpidie.co— Nitasia Hutasuhut, seorang mahasiswi semester akhir Jurusan Pendidikan bahasa Inggris, Universitas Jabal Ghafur, menunggu sinarpidie.co di sebuah rek berlantai dua di pinggir pantai, di Kota Sigli.

Perempuan berkulit kuning langsat itu terlihat anggun dalam balutan baju cokelat dan celana hitam. Ia tampak sangat aktif saat berbicara. Siang itu udara tidak terlalu panas, dan kami memilih untuk duduk di lantai dua.

Dulu, ketika masih duduk di bangku SMA N 1 Sigli, anak pertama dari pasangan M. Hidayat Hutasuhut dan dan Zainah Maulidiah, itu, tertarik dan mulai bercita-cita untuk menjadi seorang dancer.

Berawal dari kegemarannya menonton drama dan aksi panggung penyanyi Korea, ia dan teman-teman sekolahnya membentuk sebuah kelompok tari ala Korea, yang mereka namai: Flanela. Sejak saat itu, ia dan teman-temannya mulai mempelajari gerakan-gerakan penyanyi K-Pop secara otodidak.

Nitasia Hutasuhut. (sinarpidie.co/Mutamimul Ula).

“Pertama terpikir tentang dance ala-ala K-Pop itu ketika ada perlombaan di sekolah, karena waktu itu, satu kelas harus ada satu penampilan, jadi kami pilih nge-dance. Terus belajar lewat youtube.” kata dia, Senin, 7 Agustus 2017.

Seiring berjalannya waktu, Nita dan teman-temannya mulai memperluas pengaruh mereka dengan mengembangkan Flanela. Mereka membuka pendaftaran anggota baru.

“Awalnya cuma bertiga. Setelah itu kami buat pendaftaran tanpa seleksi. Dan, kami jadi berenam akhirnya. Itu udah paling maksimal.” ungkap perempuan kelahiran 2 April 1996, itu.

Namun, hobi dan kegemarannya itu perlahan-lahan ia tinggalkan saat duduk di bangku kuliah.

Ia mengaku sangat menggemari “dunianya” itu, bahkan ia bersama kawan-kawannya berniat untuk membangun sanggar guna mengembangkan tarian ala artis Korea itu.

Namun, niat mereka tak kunjung terwujud. Kesibukan dan aktivitas kuliah masing-masing anggota menjadi penyebab sanggar itu urung mereka jalankan.

“Pengennya sih buat sanggar kalau udah lulus, tapi tahu-tahunya semua sibuk sama urusan masing-masing, ya batal jadinya,” ujarnya.

Selain tertarik pada dunia tarian ala K-Pop, ia juga memiliki hobi membaca dan menulis. Saat ini, ia sedang menggarap sebuah novel pertamanya.

Perkenalannya dengan dunia membaca dan menulis mulai tumbuh sejak ia membaca beberapa novel Ilana Tan. Dan “Spring in London” adalah karya Ilana Tan yang amat ia sukai.

“Setelah baca beberapa novel Ilana Tan, Nita jadi kepingin nulis,” ungkap pemilik akun Instagram @nitasiahts27, malu-malu, “dapat inspirasinya pun agak unik, lewat mimpi.”

Novel yang belum ia beri judul itu telah ia tulis sejak tamat SMA.

Ia berencana menyelesaikannya dalam waktu dua tahun ke depan. Saat ini ia sedang fokus menyelesaikan tugas akhir kuliah.

“Judulnya belum tahu Nita. Nanti aja. Pokoknya waktu Nita udah 23 tahun, novel itu harus siap,” tutupnya. []

Reporter: Wahyu Puasana

Loading...