Mogok Kerja tuntut Pembayaran Gaji Jelang Meugang, 40-an CS di RSUD TCD Terancam Dipecat

·
Mogok Kerja tuntut Pembayaran Gaji Jelang Meugang, 40-an CS di RSUD TCD Terancam Dipecat
Sekitar 40-an tenaga cleaning service, dari total 70 CS di RSUD Teungku Chik Ditiro (TCD) Sigli, terancam dipecat setelah mereka melancarkan mogok kerja selama tiga hari sejak Sabtu, 10 April 2021.

sinarpidie.co — Sekitar 40-an tenaga cleaning service (CS), dari total 70 CS di RSUD Teungku Chik Ditiro (TCD) Sigli, terancam dipecat setelah mereka melancarkan mogok kerja selama tiga hari sejak Sabtu, 10 April 2021.

Salah seorang tenaga cleaning service (CS) di RSUD TCD, yang identitasnya enggan dituliskan, mengatakan alasan mereka melakukan mogok kerja karena menjelang meugang Ramadhan, gaji bulan Februari dan Maret 2021 mereka belum dibayar. “Gaji bulan Februari 2021 keluar pada Senin, 13 April 2021. Itu kan karena kami mogok maka gaji keluar,” katanya, Senin, 13 April 2021.

Namun, karena melakukan mogok kerja dan menuntut gaji Februari serta Maret 2021 dibayar, 40-an tenaga CS ini terancam dipecat. “Coba Anda bayangkan, meugang kami tidak ada uang. Gaji yang kecil, Rp 600 ribu. Dan itu pun dibayar cuma satu bulan. Bulan Maret belum dibayar. Meugang puasa tahun lalu kami yang CS teken uang meugang Rp 150 ribu per orang tapi uang meugangnya tidak ada,” katanya. “Tahun ini juga tidak ada uang meugang sama sekali,” kata sumber sinarpidie.co tersebut.

Terdapat sekitar 70 CS di RSUD TCD. Semula, CS yang bertugas di ruangan-ruangan rawat inap dibagi menjadi dua shift: pukul 06.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB lalu dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. “Gaji pokok CS di ruangan rawat inap semula Rp 850 ribu,” kata sumber tersebut. “Uang jasa pelayanan saat itu antara Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu.”

Gaji CS yang bertugas di ruangan rawat inap wanita dan pria serta CS yang bertugas di ruang jiwa di RSUD TCD pernah dinaikkan menjadi Rp 1,1 juta pada 2020. “Saat itu uang jasa Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu. Namun, pada 2021, gaji pokok kami diseragamkan untuk semua CS Rp 600 ribu. CS yang bertugas di ruang besar dan kecil tetap sama: Rp 600 ribu,” katanya. “Janjinya, dengan gaji pokok Rp 600 ribu, uang jasa pelayanan kami akan dinaikkan. Nah, masalahnya uang jasa kami pada Januari 2021, belum dibayar jadi kami tidak tahu apakah uang jasa pelayanan kami naik atau tidak. Sudah enam bulan jasa pelayanan kami belum dibayar. Uang jasa kami sejak bulan 11 2020 belum dibayar.”

Sebelumnya, puluhan CS tersebut pernah melayangkan protes terkait gaji mereka yang terjun bebas pada Senin, 18 Januari 2021 lalu, dengan melancarkan mogok kerja. “Rapat di Gedung PCC. Kata direktur, yang tidak bersedia menerima gaji tersebut diminta untuk keluar,” kata sumber sinarpidie.co, itu.

Baca juga:

Dengan gaji Rp 600 ribu, CS di RSUD ini mengurangi jam kerja mereka. “Dari jam enam pagi ke jam sepuluh pagi. Shift kedua: dari jam dua siang hingga jam enam sore,” tuturnya. “Tuntutan kami dengan gaji Rp 600 ribu, tidak mungkin jam kerja kami seperti semula. Kesepakatannya, karena terpaksa, kami menerima gaji Rp 600 ribu, dengan catatan jam kerja kami dikurangi. Apalagi tidak ada hari libur bagi CS seperti kami.”

Mereka menuntut jika mereka dipecat, maka gaji mereka pada bulan Maret dan uang jasa pelayanan mereka sejak November 2020 hingga Maret 2021 dibayarkan oleh manajemen RSUD TCD. “Kemarin amanah direktur, kami yang mogok kerja disuruh pulang. Jangan bekerja dulu dan diminta untuk istirahat,” katanya.

Informasi yang dihimpun sinarpidie.co, gaji pokok 70 CS ini bersumber dari APBK Pidie 2021 yang nilainya telah dibahas dan disetujui antara TAPK dan Banggar DPRK Pidie. Dari Rp 1.690.000.000 pada 2020, anggaran untuk gaji pokok CS dan pendorong ranjang pasien, penjaga genset, dll di RSUD TCD dipangkas menjadi Rp 1.090.000.000 pada 2021.

Hingga berita ini diturunkan, sinarpidie.co belum memperoleh konfirmasi dari Direktur RSUD TCD, dr Muhammad Yassir Sp An. Dihubungi via telepon selular, yang bersangkutan tidak menjawab panggilan. []

Loading...