Reportase

Moge Pak Peelte

·
Moge Pak Peelte
Dari kiri ke kanan: Penerima rumah bantuan Bank Aceh, Nurhayati, 41 tahun, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dan Bupati Pidie Roni Ahmad. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.coTAK SATU PUN KURSI di lantai satu sebuah cafe di Jalan Prof A Majid Ibrahim, Kota Sigli, Pidie, kosong, Senin, 1 Juni 2020 sore. Ingar-bingar di dalam cafe itu pecah saat rombongan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah singgah di sana.

Di luar café tersebut, agak ke kiri, terdapat sebuah kios. Moge yang dikendarai Plt Gubernur Aceh dan rombongan parkir di sana, tepatnya di depan Kantor DPC Demokrat Pidie.

Moge alias motor gede, yang dikendarai Plt Gubernur Aceh bermerek BMW R 1200 GS Adventure dengan nomor polisi BL 5139 AAN, diparkir menghadap ke jalan raya. Harga Moge tersebut, keluaran 2020, berkisar Rp 700 juta.

Seorang pria berkaus biru menghampiri Moge Plt. Ia kemudian menyirami kaca helm Plt dengan air lalu membersihkannya dengan tisu.

Nova Iriansyah duduk di sudut sebelah kiri cafe itu, di kursi dan meja panjang berbentuk huruf L. Duduk di kursi itu— selain Nova Iriansyah—Wakil Ketua DPRA I Dalimi SE Ak, Wakil Bupati Pidie Fadlullah TM Daud, dan sejumlah rombongan lainnya.

Saya berniat mewawancarai Plt Gubernur Aceh tersebut, tapi seseorang berkaus biru lengan panjang mencegat langkah saya dan bertanya, “Dari mana?"

"Oh tidak bisa wawancara sekarang. Plt sedang istirahat. Capek di perjalanan. Tunggu nanti saja,” kata pria itu kemudian.

Jarak tempat saya berdiri dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terpaut tiga meter.

Menunggu sekira 30 menit, tak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat itu bersedia diwawancarai. Sejurus kemudian, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Muhammad Ali, melangkah ke dalam café tersebut, lalu saya memilih untuk pulang.

SEKITAR 20 MENIT SEBELUMNYA, saya berada di Gampong Asan Nicah, Kecamatan Keumala, Pidie, saat Plt Gubernur Aceh dan rombongan juga berada di sana untuk melakukan serah terima rumah layak huni secara simbolis pada seorang warga di gampong setempat, Nurhayati, 41 tahun. Itu adalah bagian dari program sosial Bank Aceh Peduli 2020, program sebuah BUMD milik Pemerintah Aceh.

Jarak tempuh dari Kota Sigli ke Gampong Asan Nicah ialah sekitar 23 kilometer.

“Maaf ya ibuk tidak dapat hadir,” kata Nova Iriansyah pada ibu-ibu yang hadir dalam acara serah terima tersebut.

Ibu yang dimaksud Nova ialah istrinya, Dyah Erti Idawati.

Kendati menyerahkan bantuan milik BUMD Pemerintah Aceh, Nova, pria bertubuh tinggi besar, itu, hadir di Gampong Asan Nicah dalam setelan yang tak lazim: kaus berlengan panjang berlogo Ikatan Motor Besar Indonesia atau IMBI di dada, bendara merah putih pada lengan kiri, logo BMW pada lengan kanan, topi baseball cap berlogo Pancasila, celana chino hitam, dan sepatu kulit hitam.

Di Gampong Asan Nicah, tampak bersama rombongan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wakil Ketua DPRA II Hendra Budian, anggota DPRA Ihsanuddin MZ dan Alaidin Abu Abbas. “Rumah yang diserahkan Bank Aceh 28 unit. Di Pidie tiga unit, Gampong Asan Nicah satu unit dan di Gampong Blang Pandak, Tangse, dua unit,” kata Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sambutannya.

Usai Plt Gubernur Aceh menyampaikan sambutan, MC kegiatan tersebut mengatakan agenda jumpa pers dibatalkan. “Pak Plt lelah selama perjalanan”  karena mengendarai Moge. []

 

Loading...