Mobil Pribadi yang Gunakan BBM Bersubsidi Dipasangi Stiker

·
Mobil Pribadi yang Gunakan BBM Bersubsidi Dipasangi Stiker
Pemasangan stiker di salah satu SPBU di Kota Sigli. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co- Mobil pribadi yang mengisi bahan bakar minyak (BBM)— premium dan biosolar— bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) yang ada di Aceh dipasangi stiker bertuliskan “kendaraan pengguna premium, bukan untuk masyarakat yang pura-pura tidak mampu” dan “kendaraan pengguna solar subsidi, subsidi untuk rakyat, bukan untuk penimbun yang jahat’.

Hal itu dilakukan setelah Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 540/9186 tahun 2020 tentang Program Stikering pada Kendaraan sebagai Strategi untuk Penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang Tepat Sasaran.

“Intinya, pemasangan sticker ini dilakukan untuk mensosialiasikan pada pemilik mobil, bahwa BBM bersubsidi itu diperuntukkan bagi semua mobil pribadi dan angkutan umum, namun, mereka harus bersedia dipasangkan stiker di mobilnya,” kata petugas pemasang stiker di SPBU Kota Sigli, Aidil Azhari, Kamis, 20 Agustus 2020.

Namun, kata Aidil, penempelan stiker ini tidak dilakukan pada mobil milik pemerintah dan mobil milik BUMN.

“Penempelan stiker pada setiap mobil yang mengisi BBM bersubsidi di SPBU yang ada di Aceh berlangsung selama tujuh hari, terhitung sejak kemarin Rabu, 19 Agustus 2020 hingga Selasa, 25 Agutsus 2020. Hal itu dilakukan untuk menekan jumlah pengguna BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran” kata Aidil.

Setelah program sosialisasi ini selesai, kata Aidil lagi, pihak SPBU tidak akan melayani lagi pemilik mobil yang tidak tertempel stiker pada mobilnya. Mereka dianggap bukan pengguna BBM bersubsidi. “Tetapi, kalau ada pemilik mobil mewah yang bersedia ditempelkan stiker pada mobilnya, ya silahkan mengisi BBM bersubsidi, asalkan tidak malu mobil mewahnya menggunakan BBM subsidi dari negara,” kata Aidil.

Pengelola SPBU di Kota Sigli, Tarmizi, mengatakan dalam sepekan, pihaknya membeli BBM jenis premium subsidi pada Pertamina sebanyak 56.000 liter. “BBM jenis premium subsidi kadang-kadang setiap hari masuk dengan membawa sebanyak 8.000 liter ke SPBU yang saya kelola. Paling tidak dalam dua hari sekali mobil Pertamina tetap masuk ke sini," kata Tarmizi.

Selain BBM jenis premium subsidi, pihaknya juga memasok BBM jenis solar subsidi dari Pertamina. “Untuk BBM jenis solar subsidi, dalam dua hari sebanyak 2.000 liter masuk ke SPBU,” tutupnya. []

Loading...