Misteri Pria Berbaju Sipil di Detik-detik Terakhir Dantim BAIS Pidie Kapten Abd Majid Embuskan Napas Terakhir

·
Misteri Pria Berbaju Sipil di Detik-detik Terakhir Dantim BAIS Pidie Kapten Abd Majid Embuskan Napas Terakhir
Serakan pecahan kaca mobil di tanah. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co – Rusli, 50 tahun, warga Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie, baru saja selesai memetik mentimun di kebunnya, Kamis, 28 Oktober 2021 sore. Jarak tempuh dari kebun ke rumahnya sekitar satu kilometer. Di kebun, Rusli sempat mendengar satu kali letusan senjata. Namun dia mengira suara tersebut adalah suara ban mobil yang meledak. Lagi pula, Rusli kerap mendengar suara salak senjata saat latihan Dodiklatpur Rindam Iskandar Muda, di Gampong Dayah Cot, Kecamatan Tiro/Truseb Pidie, digelar.

Satu karung mentimun akan dibawa ke tempat anaknya mondok di salah satu tempat pengajian di Padang Tiji, sekitar 34,9 kilometer dari Gampong Lhok Panah. Rusli mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam dan satu kurung mentimun terikat di belakang.

Baru beberapa meter sepeda motornya melaju, tepat di depan rumah, ia dicegat seorang pria berbaju sipil. Pada Rusli, pria itu mengaku sebagai personel TNI yang bertugas di Kodim 0102/Pidie.

Pria itu menarik kerah baju Rusli saat ia menolak memberikan sepeda motornya.

“Atas saran istri saya, dan saat melihat seseorang yang sedang sekarat bersama pria tersebut, saya memutuskan untuk menyerahkan sepeda motor saya padanya,” kata Rusli.

Pria yang disebut Rusli sedang sekarat, belakangan diketahui, adalah Kapten Inf Abd Majid, Komandan Tim Badan Intelijen Strategis (Dantim BAIS) Wilayah Pidie. Sore itu, Kapten Abd Inf Majid juga berbaju sipil.

Kapten Inf Abd Majid tiba di depan rumah Rusli setelah sebelumnya ia diboncengi pria berbaju sipil dengan sepeda motor milik Syarwan, seorang pekebun. Syarwan duduk di belakangan Abd Majid.

Syarwan bertemu dengan kedua pria tersebut di Jalan Lhok Krincong- Pinto Sa, jalan perkebunan yang masih berbatu, di Gampong Lhok Panah, yang terletak 1,5 kilometer dari pemukiman penduduk.

Beberapa waktu kemudian, sepeda motor Rusli, yang kendarai pria berbaju sipil, tiba di Gampong Blang Cot, Kecamatan Sakti, sekitar 1 km dari rumah Rusli di Gampong Lhok Panah. Karena Rusli menolak untuk ikut, Syarwan yang duduk di belakang Kapten Inf Abd Majid. Di Gampong Blang Cot, pria berbaju sipil tersebut meminta pertolongan pada warga Gampong Blang Cot, Anwar.  Ia meminta Anwar untuk membawa Kapten Abd Majid ke rumah sakit dengan mobil pikap Isuzu Panther milik Anwar.

Namun, setelah Kapten Abdul Majid berada di dalam bak terbuka mobil Anwar, pria berbaju sipil yang semula bersama Kapten Abdul Majid meninggalkannya sendiri di bak terbuka tersebut.

Pria itu, lagi-lagi, meminta, dengan setengah mengancam, sepeda motor warga di sana dan mengikuti mobil Anwar dari belakang. Di Koramil 12/Sakti, pria berbaju sipil itu meninggalkan sepeda motor warga. Sementara, mobil Isuzu Panther melaju ke RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli.

Informasi yang beredar, Kapten Inf Abd Majid terkena tembakan di bagian perut di jalan perkebunan Lhok Krincong-Pinto Sa Tiro.

Keuchik Gampong Lhok Panah, Usman, mengatakan bahwa dirinya tidak memperoleh pemberitahuan terkait kedatangan Komandan Dantim BAIS Wilayah Pidie, Kapten Inf Abd Majid, pada hari naas tersebut.

“Sore itu saya sedang memotong rumput di kebun,” kata Keuchik Gampong Lhok Panah, Usman.

Amatan sinarpidie.co, Jumat, 29 Oktober 2021, di lokasi yang diduga tempat terjadinya penembakan, garis polisi telah dibentangkan. Ada lubang di pintu mobil sebelah kanan, sebesar biji jagung, pada mobil Toyota Fortuner putih, dengan nomor polisi BL 1598 NH, yang disebut-sebut dikendarai Kapten Inf Abdul Majid. Pecahan kaca juga berserak di tanah. Pada Jumat, 29 Oktober 2021, mobil tersebut telah dibawa pulang.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda, Kolonel Arh Sudrajat, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan. “Masih dalam proses penyelidikan, Bang,” kata dia, Jumat, 29 Oktober 2021.

Hingga berita ini diturunkan, sinarpidie.co belum memperoleh informasi terkait tujuan Dantim BAIS Wilayah Pidie, Kapten Inf Abd Majid, berada di Jalan Lhok Krincong- Pinto Sa, jalan perkebunan yang masih berbatu, di Gampong Lhok Panah, yang terletak 1,5 kilometer dari pemukiman penduduk, pada sore nahas tersebut. []

Loading...