Kuliner

Mie Caluk sebagai Daya Tarik Lapangan Meureudu

·
Mie Caluk sebagai Daya Tarik Lapangan Meureudu
Mie caluk di Lapangan Kota Meureudu. (sinarpidie.co/ M Rizal).

sinarpidie.co-- Lapangan Kota Meureudu ramai dikunjungi warga Pidie Jaya pada sore hari pada setiap akhir pekan. Salah satu alasan mengapa lapangan ini ramai dikunjungi karena keberadaan mie caluk di sana. “Kami ke sini hanya ingin makan mie caluek saja," kata M Ikbal, 26 Tahun, pada sinarpidie.co, Minggu, 26 Januari 2020 lalu.

Hal yang sama juga dikatakan Zulkarnain, 21 tahun, warga Kecamatan Trienggadeng. Ia, bersama teman-temannya, memilih bersantai di Lapangan Meureudu karena mereka ingin mencicipi mie caluek. "Kalau masalah tempat sih sama aja dengan tempat-tempat lain untuk santai-santai di sore hari. Namun mie caluek di sini tidak sama rasanya dengan mie caluk di tempat lain, makanya kami ke sini," ujarnya.

Nurjannah, 54 tahun, pemilik usaha mie caluek di lapangan tersebut mengatakan, dalam satu hari, ia menghabiskan sekitar 24 kg mie lidi. “Jika hari Sabtu dan Minggu dagangan saya habis sampai 27 kg,” kata Nurjannah. "Persiapannya dimulai dari jam tujuh pagi. Masak mienya tidak langsung semua. Harus tiga kali dengan waktu yang beda-beda karena kita mulai jualannya jam tiga sore sampai dengan jam enam sore.”

Baca juga:

Dikatakannya, modal yang dikeluarkan setiap harinya Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. “Sekarang mencapai Rp 700 ribu karena harga barang sudah naik,” tuturnya.

Dagangannya rata-rata laku Rp 1,8 juta. Laba bersih yang ia peroleh ialah 40 persen dari total penjualan tersebut. Nurjannah, dalam usahanya yang buka sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB, itu, mempekerjakan tujuh karyawan.

"Kita berjualan selama tiga jam saja makanya kalau kami cuma dibantu dua karyawan merasa kewalahan dalam melayani pelanggan sehingga kami pekerjakan tujuh karyawan supaya pelayanan bisa maksimal,” kata Nurjannah.  “Harga jual mie caluk Rp 3 ribu per bungkus.” []

Loading...