Meski Pengamprahan 100 Persen Ditandangani Mantan Kepala BPBA, Penyidik Kejari Pidie Jaya tak Temukan Kesalahan pada Pengguna Anggaran

·
Meski Pengamprahan 100 Persen Ditandangani Mantan Kepala BPBA, Penyidik Kejari Pidie Jaya tak Temukan Kesalahan pada Pengguna Anggaran
Penyidik Kejaksaan negeri (Kejari) Pidie Jaya menetapkan PPK rekontruksi Jembatan Pangwa, T Raja Al Kausar, sebagai tersangka. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Penyidik Kejaksaan negeri (Kejari) Pidie Jaya menetapkan PPK rekontruksi Jembatan Pangwa, T Raja Al Kausar, sebagai tersangka. "Kami sudah memeriksa Pengguna Anggaran atau PA. Semua yang terlibat dalam perkara ini kami periksa. Untuk PA, kami belum menemukan ada indikasi kesalahan dari PA tersebut. Kami melihat ini adalah kesalahan dari PPTK yang tidak melaksanakan tupoksinya sesuai dengan aturan sehingga memberikan laporan penyesatan terhadap pimpinannya yang lebih tinggi sehingga terjadi kerugian keuangan Negara. Pada saat ini, kami menemukan seperti itu. Namun silakan teman-teman media memantau kasus dugaan korupsi ini sampai ke pengadilan, karena untuk pembuktian  ada di pengadilan," kata Kajari Pidie Jaya, Mukhzan SH MH, pada konferensi pers, Kamis 8 April 2021.

PA rekonstruksi Jembatan Pangwa dengan nilai kontrak sebesar Rp 11.217.385.000 tahun anggaran 2017 adalah mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dedek.

Baca juga:

Ditanya sinarpidie.co bukankah PA dan PPK saling berkoordinasi baik saat melakukan adendum kontrak maupun saat PHO, Mukhzan menjawab, "Terkait adendum itu dimusyawarahkan. Cuma persoalan di sini bukan pada persoalan adendumnya, melainkan persoalan personel di lapangan yang tidak dilaporkan oleh PPK pada pimpinannya, termasuk juga pengecoran karena ini bicara spesifikasi. Yang bertanggung jawab berarti PPK, kontraktor, dan konsultan." []

Loading...