Denda Keterlambatan Pekerjaan belum Disetor ke Kasda

Meski Dua Kali Addendum Kontrak, Pembangunan Gedung Rawat Inap Puskemas Padang Tiji Masih Seret

·
Meski Dua Kali Addendum Kontrak, Pembangunan Gedung Rawat Inap Puskemas Padang Tiji Masih Seret
Gedung rawat inap Puskesmas Padang Tiji yang dibangun pada tahun anggaran 2019. Proyek ini dimenangkan CV Gemilang Sentosa. Foto direkam Kamis, 3 September 2020. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co— Pukesmas Padang Tiji, Pidie, tampak lenggang Kamis, 3 September 2020. Hingga pukul 09.30 WIB, sedikitnya 19 warga yang mendaftar di meja pelayanan. Beberapa tenaga kesehatan terlihat sibuk di ruang UGD Pukesmas yang terletak di sebelah kanan bangunan pukesmas tersebut.

Bangunan dua tingkat tersebut memiliki tiga ruang rawat inap di bagian belakang ruang UGD: dua ruang rawat inap memiliki tiga ranjang pasien, sedangkan satu ruang lagi memiliki dua ranjang pasien.

Di sebelah kiri gedung Pukesmas tersebut, terdapat sebuah bangunan dua lantai yang telanjang: beton bertulang yang berjejar tanpa dinding dan atap tanpa plafon.

Itu adalah gedung rawat inap Puskesmas Padang Tiji yang dibangun pada tahun anggaran 2019. Proyek ini dimenangkan CV Gemilang Sentosa, semula, dengan nilai kontrak Rp 3.772.668.000.

Seorang warga di sana yang namanya enggan dituliskan mengatakan pekerjaan tersebut baru selesai lima bulan yang lalu. “Lima bulan yang lalu pekerja baru meninggalkan lokasi,” katanya, Kamis, 3 September 2020.

Di sekitar gedung tersebut, terdapat banyak tumpukan kayu. Ada pula tiang-tiang yang masih dilapisi kayu cor yang belum dilepas.

Kepala Pukesmas Padang Tiji Murni SST mengatakan dirinya tidak tahu menahu tentang pembangunan gedung tersebut. “Tidak pernah disampaikan pada saya berapa luas bangunan tersebut,” katanya, Kamis, 3 September 2020.

Ia menyebutkan, rencananya gedung tersebut tidak hanya akan digunakan sebagai ruang rawat inap, tapi beberapa ruang di dalam gedung tersebut nantinya juga akan digunakan sebagai IGD, ruang persalinan, laboratorium, dan beberapa ruang lainnya.

“Ada beberapa ruangan di gedung pukesmas yang akan dipindahkan ke sana,” katanya.

CV Gemilang Sentosa mengerjakan pembangunan gedung tersebut berdasarkan kontrak nomor 640/4088/SP/DAK/Dinkes/2019 tertanggal 16 Juli 2019. Kontrak tersebut kemudian diaddendum dengan nomor kontrak 640/12172/ADD-SP/DAK/Dinkes/2019 tertanggal 6 Desember 2019.

Masih tak sesuai target realisasi fisik di dalam kontrak, addendum kontrak selanjutnya kembali dilakukan dengan nomor kontrak 640/9275/ADDII-SP/DAK/Dinkes/2019 tertanggal 27 Desember 2019.

Hingga batas waktu berakhir kontrak tertanggal 27 Desember 2019 tersebut, realisasi fisik pekerjaan ialah 84,52 persen dan realisasi keuangan Rp 3.161.495.784 atau 84,00 persen.

Ironisnya, meski addendum kontrak dilakukan sebanyak dua kali untuk menggeser batas waktu pengerjaan, penyelesaian proyek ini mengalami keterlambatan selama 54 hari.

“Atas keterlambatan tersebut, penyedia dapat dikenakan denda keterlambatan pekerjaan atas bagian pekerjaan yang terlambat diselesaikan sebesar Rp 159.808.658,29,” demikian dikutip dari LHP BPK Perwakilan Aceh untuk LKPD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie tahun anggaran 2019.

Baca juga:

BPK menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Efendi SSos MKes untuk menyetorkan ke Kas Daerah sebesar Rp 159.808.658,29.

Kepala Dinas Kesehatan Efendi SSos MKes mengatakan realisasi keuangan untuk proyek tersebut baru 84 persen meski realisasi fisik pekerjaan tersebut kini telah 100 persen.

“Belum dibayar 16 persen lagi. Kita sudah berkonsultasi dengan BPK, denda akan dibayar setelah pencairan 100 persen untuk proyek tersebut. Rekanan akan membayar denda setelah jelas anggaran dalam perubahan. Denda memang akan dibayar setelah anggaran ada,” katanya, Kamis, 3 September 2020.

Pada tahun anggaran 2019, Dinas Kesehatan Pidie juga sedikitnya membangun empat puskesmas pembantu atau Pustu, yaitu Pustu Reubat, Kecamatan Mutiara Timur, dengan anggaran Rp 500 juta; Pustu Putoh di Gampong Rungkom, Kecamatan Batee, dengan anggaran Rp 490 juta, Pustu Bungie, Kecamatan Simpang Tiga Rp 700 juta; dan Pustu Blang Dhot, Kecamatan Tangse Rp 797 juta.

Dari empat pustu tersebut, hanya satu pustu yang rampung dibangun pada 2019 dan telah difungsikan pada Januari 2020, yaitu Pustu Bungie, Kecamatan Simpang Tiga. []

Loading...