Meski Didera Pandemi Covid-19, Permintaan Kue Lebaran Stabil

Meski Didera Pandemi Covid-19, Permintaan Kue Lebaran Stabil
Para penjual kue lebaran di Kota sigli, Pidie, umumnya memilih menjual kue dari Sumatera Utara. Hal tersebut di karenakan harga kue tersebut yang relatif murah. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co  - Para penjual kue lebaran di Kota sigli, Pidie, umumnya memilih menjual kue dari Sumatera Utara. Hal tersebut di karenakan harga kue tersebut yang relatif murah.

Nurmawati, 38 tahun, warga Gampong Dayah Lampoh Awe, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, penjual kue lebaran di Kota Sigli mengatakan, daya beli masyarakat setiap tahunnya tergolong stabil meski tahun ini pandemi Covid-19 mendera. "Selama sembilan tahun saya berjualan, Alhamdulillah selalu habis," katanya, Senin, 10 Mei 2021. "Tahun ini saya menjual lebih banyak kue."

Dia juga mengatakan, omzet hasil penjualan kue lebaran setiap tahunnya mencapai Rp 20-30 juta. "Saya mulai berjualan sejak H-7 lebaran. "Bisanya kue tersisa hanya beberapa kilogram saja," katanya lagi.

Adapun kue yang dijual oleh Nurnawati adalah astor, kacang bogor, kacang mente, kacang Arab, bola-bola cokelat, tampang cokelat, bola-bola pelangi, bangket susu, wijen, kepang kacang, jagung manis, yuppi, dan lainnya. Kue dari medan rata rata saya jual Rp 40 ribu per kilogram," ujarnya. "Saya beli di Medan Rp 30 ribu per kilogram."

Dia juga menjual kue produksi lokal, seperti kue bawang, peyek kacang, seupet, seumpret sagu, seumpret ketan, anaeuk amplam, kacang batee, keju, sagoen, bada reuteuk dan lainnya. []

Loading...