Menyambangi Kantor Koperasi PKH di Kecamatan Mutiara Timur

·
Menyambangi Kantor Koperasi PKH di Kecamatan Mutiara Timur
Kantor Koperasi Konsumen Permata Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Mutiara Timur di Jalan Banda Aceh-Medan Nomor 12 Kota Mini. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—Deretan 12 pintu ruko dua lantai di Kota Mini Beureunuen, Pidie, lenggang. Tak ada satu pun orang melintas pada jalan bebatuan di depan 12 ruko tersebut. Dari jalan Banda Aceh-Medan, letak ruko tersebut memang agak menjorok ke dalam. Ruko-ruko itu dikelilingi puluhan ruko kosong yang dijadikan tempat penangkaran sarang burung walet. Kesunyian di sana hanya dipecahkan oleh suara-suara burung walet. Hanya satu-dua pintu ruko yang terbuka, Sabtu, 18 April 2020. Ruko yang terbuka tersebut umumnya adalah ruko yang dijadikan tempat hunian keluarga. Sepanjang gang-gang sunyi di sana seperti labirin, ada banyak ruko tua tanpa pintu kosong menganga.

Kantor Koperasi Konsumen Permata Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Mutiara Timur terletak pada ujung deretan 12 ruko tersebut, tepatnya di Jalan Banda Aceh-Medan Nomor 12 Kota Mini.

Seorang perempuan paruh baya, yang identitasnya enggan dituliskan, mengatakan kantor Koperasi Konsumen Permata Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Mutiara Timur hanya buka saat penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) menerima bansos tersebut. “Baru sekali keluarga PKH ke tempat itu. Baru buka. Sering tutup kantor itu,” kata dia, Sabtu, 18 April 2020.

Ia tinggal di depan koperasi tersebut, dan sehari-hari ia bekerja sebagai penjual nasi.

Junaidi, pendamping PKH di Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, yang juga salah seorang pengurus koperasi tersebut mengatakan koperasi tersebut dibentuk pada Januari 2020. “Kantor juga buka sejak Januari 2020,” kata dia, Sabtu, 18 April 2020.

Baca juga:

Junaidi enggan menjawab pertanyaan yang diajukan sinarpidie.co lainnya, seperti latar belakang dan tujuan pendirian koperasi tersebut. “Kami sedang duduk bersama untuk membahas tentang koperasi tersebut,” kata Junaidi.

Sebelumnya, Yusnidar, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Gampong Adan Meunasah Mee, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, mengatakan pada Maret lalu ia dan sejumlah KPM PKH lainnya di gampong setempat menyetor iuran bulanan Rp 15 ribu dan simpanan pokok Rp 50 ribu pada koperasi simpan pinjam.

“Jumlah yang disetor untuk koperasi menjadi Rp 65 ribu per KPM. Uang iuran dan uang pokok koperasi itu diserahkan ke pedamping PKH saat penarikan uang PKH bulan kemarin,” kata Yusnidar pada sinarpidie.co, Selasa, 14 April 2020 lalu.

Kepala Dinas Sosial Pidie Drs Muslim mengatakan 10 pendamping PKH di Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, yang membentuk koperasi tersebut telah diberikan surat peringatan pertama. “Yang jadi masalah bukan koperasinya. Tapi status 10 pendamping PKH tersebut yang menjadi pengurus koperasi tersebut sehingga berdampak pada konflik kepentingan,” kata dia, Selasa, 14 April 2020 lalu.

Kata Drs Muslim lagi, sedikitnya terdapat 2400 KPM PKH di Kecamatan Mutiara Timur. []

Reporter: Diky Zulkarnen, Firdaus

Loading...