Aspirasi Anggota Dewan Pijay

Mengungkap Teka-Teki Mobil Pemotong Padi yang Dibeli dengan Aspirasi Anggota Dewan

·
Mengungkap Teka-Teki Mobil Pemotong Padi yang Dibeli dengan Aspirasi Anggota Dewan
Mobil/mesin potong padi atau combine harvester kala musim panen di Kecamatan Glumpang Tiga Pidie berlangsung. Foto direkam pada Rabu, 25 Juli 2018. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—Pada tahun anggaran 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya mengalokasikan Rp 1,8 milliar untuk pengadaan empat unit mobil/mesin potong padi atau combine harvester melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya sebagai satuan kerja (Satker). Rinciannya: dua unit di Kecamatan Trienggadeng, satu unit di Kecamatan Meureudu, dan satu unit di Kecamatan Meurah Dua.

“Dana aspirasi anggota DPR,” kata Mahdi, Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian pada Distanpang Pijay, Kamis, 30 Agustus 2018 di ruang kerjanya. “Penerimanya ditentukan anggota dewan. Dananya ditaruh di dinas.”

Mahdi hanya menunjukkan satu proposal kelompok tani, yakni Kelompok Muda, yang diketuai Yusni.

Yusni sendiri berdomisili di Gampong Dayah Ujong Baroh, Kecamatan Trienggadeng.

“Koperasi Dapu Bata Meureudu di Gampong Mayang Cut,” kata dia menjawab pertanyaan sinarpidie.co kala ditanyakan tentang keberadaan koperasi penerima mesin tersebut yang lain lagi, di Kecamatan Meureudu.

sinarpidie.co lalu menemui Keuchik Gampong Mayang Cut, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Abubakar.

“Usulan (proposal-red) ada saya teken rekomendasinya. Kelompok Dapu Bata. Ketuanya saat itu T. Mulia Fikri. Saya tidak tahu untuk kejelasannya. Tidak disampaikan pada saya bahwa permohonan yang kita buat dulu sudah berhasil,” kata Keuchik Gampong Mayang Cut, Abubakar, Kamis, 30 Agustus 2018.

T Mulia Fikri adalah anggota DPRK Pidie Jaya dari partai PPP.

“Mobilnya dikelola koperasi di gampong ini. Saya bukan ketua kelompok tapi saya yang memproses ini,” kata T Mulia Fikri di sebuah rumah makan di Meureudu.

T Mulia Fikri menyebutkan, dua unit mobil/mesin potong padi “yang diprosesnya” dari dana aspirasinya, selain di Kecamatan Meureudu, satunya lagi untuk kelompok tani di Kecamatan Meurah Dua.

Ipar sang Dewan Perwakilan Rakyat

sinarpidie.co menelusuri keberadaan Yusni, sang ketua kelompok tani Kelompok Muda di Gampong Dayah Ujong Baroh, Kecamatan Trienggadeng. Usut punya usut, Yusni disebut-sebut warga sebagai ipar Hasan Basri, anggota DPRK Pidie Jaya dari Partai PAN.

“Semua bantuan dikelola keluarga. Bukan kepada masyarakat. Ada dua mesin pemotong padi pada Yusni. Tapi kami tahunya itu punya pribadi dia,” kata seorang Warga Dayah Ujong Baroh, Kecamatan Trienggadeng, yang identitasnya enggan dituliskan.

sinarpidie.co sempat berbicara dengan Yusni via telepon selular yang dihubungkan oleh salah seorang warga. Kata dia, mesin yang biasanya berada di tangannya saat ini sedang berada di Bireun.

“Saya lagi di kebun sawit,” kata Yusni.

Saat hendak dikonfirmasi sekali lagi via telepon selular ke nomor yang diberikan warga, pria yang tersambung via telepon tiba-tiba menyebut dirinya sendiri bukan Yusni.

“Iya, adik ipar saya, kan kebetulan ada dia di kelompok itu. Satu kelompok lagi, ketua kelompoknya Razali,” kata Hasan Basri, salah seorang anggota DPRK Pidie Jaya pada sinarpidie.co, Kamis, 30 Agustus 2018. []

Reporter: Wahyu Puasana, Diky Zulkarnen, Firdaus.

Loading...