Mengendus Keberadaan CV Julia Jaya, Pemenang Berulang Proyek Pasar di Pidie

·
Mengendus Keberadaan CV Julia Jaya, Pemenang Berulang Proyek Pasar di Pidie
Ruko dua lantai di Jln Perdagangan Nomor 53 Kramat Dalam Kota Sigli yang digunakan sebagai Toko Abrar, toko kosmetik. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--CV. Julia Jaya yang beralamat di Jln Perdagangan Nomor 53 Kramat Dalam Kota Sigli adalah pemenang berulang dalam proyek-proyek revitalisasi pasar rakyat yang sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Bidang Pasar. Pada tahun anggaran 2019, perusahaan ini memenangkan proyek Revitalisasi Pasar Rakyat Peukan Pidie dengan nilai kontrak Rp 811.760.000. Pada 2018 lalu, perusahaan ini memenangkan proyek Revitalisasi Pasar Ikan Kota Bakti dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar.

Untuk tahun anggaran 2017, CV. Julia Jaya memenangkan proyek Rehabilitasi Pasar Ie Leubeu dengan nilai kontrak Rp 439.269.000. Pada tahun anggaran 2016, bersumber dari dana Otsus, perusahaan ini memenangkan proyek Revitalisasi Pasar Grong-Grong, Kecamatan Grong-Grong, dengan nilai kontrak  Rp 515.589.000. Pada 2014, CV. Julia Jaya memenangkan proyek Rehab Berat Pasar Ikan, Pasar Daging dan Pasar Ayam Beureunuen, Kecamatan Mutiara, dengan nilai kontrak Rp 1 miliar.

Penelusuran sinarpidie.co, alamat CV. Julia Jaya di Jln Perdagangan Nomor 53 Kramat Dalam Kota Sigli merupakan ruko dua lantai. Ruko tersebut sebelumnya digunakan sebagai toko kosmetik, Abrar. “Sekarang sudah tutup toko kosmetik. Yang punya ruko Pak Kurnia. Dia tinggal di Banda Aceh,” kata sumber tepercaya sinarpidie.co yang identitasnya enggan dituliskan.

Keuchik Gampong Keuramat Dalam Muhammad Zaini A Karim mengatakan terdapat beberapa kontraktor yang menggunakan alamat domisili Gampong Keuramat Dalam, Kecamatan Kota Sigli, sebagai alamat perusahaan mereka. “Namun tidak ada plang nama perusahaan sehingga kita tak memperoleh informasi yang memadai tentang keberadaan perusahaan-perusahaan di gampong ini,” kata dia Jumat, 10 Januari 2020.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop dan UKM Pidie Idham mengatakan tahun ini Pidie tak memperoleh kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Bidang Pasar. “Tidak ada hubungannya dengan hasil realisasi fisik dan realisasi anggaran. Kekosongan tersebut karena mungkin defisit di pusat. Di Aceh, tahun ini hanya tiga kabupaten yang dapat DAK bidang pasar,” sebutnya, Jumat, 10 Januari 2020 pada sinarpidie.co. []

Komentar

Loading...