Mengenal Iman Ouden Destamen Zalukhu, Salah Seorang Aktor Utama Korupsi Sertifikasi Aset Tanah PT KAI

·
Mengenal Iman Ouden Destamen Zalukhu, Salah Seorang Aktor Utama Korupsi Sertifikasi Aset Tanah PT KAI
Pembangunan Lapangan Serbaguna Rp 175 juta, yang bersumber dari DD Gampong Blok Bengkel, Kecamatan Kota Sigli, pada tahun anggaran 2016 di atas tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) tanpa kontrak sewa maupun alas hak lainnya. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sub Divisi Regional 1.1 Aceh melaksanakan kegiatan pengurusan sertifikasi 301 bidang tanah (aset) di Aceh Timur pada tahun anggaran 2019.

Namun, penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh menemukan penyimpangan dalam proyek sertifikasi aset ini: penggunaan jasa hukum kantor pengacara meski kondisi di lapangan, tanah-tanah yang akan disertifikatkan tidak memiliki potensi masalah hukum. Hal itu termaktub di dalam putusan Pengadilan Tipikor Banda Aceh Nomor 2/Pid.Sus-TPK/2021/PN Bna dengan terdakwa Iman Ouden Destamen Zalukhu.

Mark up harga dilakukan Roby Irmawan, Manejer Aset PT KAI Wilayah Peureulak, bersama dengan Iman Ouden Destamen Zalukhu, Asisten Manajer Pengusaan Aset Wilayah Banda Aceh pada PT KAI Sub Devisi Regional 1.1 Aceh. Mereka membuat usulan justifikasi/RAB pensertifikatan tanah aset PT KAI Sub Divisi Regional 1.1 Aceh Wilayah Kabupaten Aceh Timur tahun 2019 senilai Rp 8.907.737.336.

Baca juga:

Di dalam usulan tersebut, selain mengalokasikan anggaran untuk jasa lawyer, Roby Irmawan dan Iman Ouden Destamen Zalukhu juga turut memasukkan anggaran untuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Seharusnya, biaya BPHTB tersebut tidak diperlukan karena program pensertifikatan tersebut diperuntukkan untuk kepentingan negara.

Usai Roby dan Iman Ouden membuat RAB, Asisten Manajer Penjagaan Aset dan Perserfikatan pada PT KAI Divisi Regional I Medan, Muhammad Aman Prayoga, membuatkan administrasi dokumen penunjukkan, kontrak dan dokumen pembayaran pelaksanaan kegiatan pensertifikatan tanah aset PT KAI Kabupaten Aceh Timur tahun 2019.

Beres dengan Muhammad Aman di Medan, Roby kemudian menjumpai Ardiansyah SHi, mantan anak buahnya yang saat itu telah menjadi advokat, untuk membuka rekening pada Bank BNI untuk digunakan sebagai rekening penampung pembayaran kegiatan pensertifikatan tanah tersebut.

Setelah pembukaan rekening bank, buku tabungan dan ATM atas rekening dengan nomor 0799391583 dengan pemilik Ardiansyah pada Bank BNI Cabang USU dikuasai oleh Roby Irmawan.

Biaya jasa lawyer Ardiansyah SHi, dalam tiga tahap pensertifikatan pada RAB kontrak, dialokasikan Rp 3.321.539.240. Namun dalam pelaksanaannya uang yang diberikan kepada Ardiansyah hanyalah Rp 280.000.000.

Berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian negara BPKP nomor SR1908/PWO1/5/2020, tertanggal 4 Agustus 2020, nilai kerugian keuangan negara dalam kasus korupsi ini adalah Rp 6.556.959.840.

Iman Ouden (Asisten Manajer Pengusaan Aset Wilayah Banda Aceh pada PT KAI Sub Devisi Regional 1.1 Aceh) memperoleh uang hasil praktik korupsi tersebut senilai Rp 250.000.000; Roby Irmawan (Manejer Aset PT KAI Wilayah Peureulak) sebesar Rp 3.516.959.840, Muhammad Aman Prayoga (Asisten Manajer Penjagaan Asset dan Perserfikatan pada PT KAI Divisi Regional I Medan) Rp 2.310.000.000, Ardiansyah (lawyer) Rp 280.000.000, dan Saefuddin Sobandi (karyawan PT KAI/Vice President Training Non Railways and Certification) sebesar Rp 200.000.000.

Keempat penyelenggara negara yang seharusnya menjaga aset salah satu BUMN tersebut semula dituntut pidana penjara 10 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Aceh Timur. Namun, keempat penyelenggara negara ini justru divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Saat ini, kasus tersebut masih bergulir. JPU telah mengajukan upaya hukum kasasi atas vonis bebas empat terdakwa kasus korupsi pensertifikatan aset tanah PT KAI di Aceh Timur, ini, ke Mahkamah Agung.

Sementara, saat ini, Ardiansyah masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh dengan agenda pemeriksaan saksi. 

Profil dan peran Iman Ouden Destamen Zalukhu 

Selain melakukan mark up dalam usulan justifikasi/RAB pensertifikatan tanah aset PT KAI Sub Divisi Regional 1.1 Aceh Wilayah Kabupaten Aceh Timur tahun 2019 senilai Rp 8.907.737.336, yang mendahului terbitnya surat perjanjian kerja (kontrak), Iman juga turut serta dalam pengukuran bidang tanah pada Maret 2019. Data hasil ukur bidang tanah inilah yang dimasukkan ke dalam dokumen-dokumen administrasi penunjukkan dan kontrak. Ia turut melakukan pendaftaran permohonan sertifikat hak milik atau sertifikat aset tanah PT KAI Sub Divre Reg 1.1 Aceh Wilayah Peurelak, dengan mendampingi Ardiansyah (lawyer), ke BPN Aceh Timur.

Iman lahir di Nias pada 12 November 1986. Lulusan SMA ini merupakan karyawan BUMN pada PT KAI dengan jabatan terakhir sebagai Asisten Manajer Penguasaan Aset Wilayah Banda Aceh Sub Devisi Regional 1.1 Aceh. []

 

Loading...