Mengapa Pupuk Bersubsidi Langka di Pidie Jaya?

·
Mengapa Pupuk Bersubsidi Langka di Pidie Jaya?
Rata-rata, umur padi petani di Pidie Jaya pada musim tanam rendengan ini sudah 30 hari. (sinarpidie.co/M Rizal).

Alokasi pupuk bersubsidi untuk Pidie Jaya pada tahun 2020 adalah 7.538 ton, sedangkan alokasi pupuk bersubsidi untuk kabupaten ini pada 2021 turun menjadi 5.599 ton. SP-36  dan ZA kosong. Sementara, total luas tanam di Pidie Jaya tidak kurang dari 17.300 hektare dalam satu tahun. Kuota pupuk bersubsidi yang diberikan hanya 39,9 persen dari total kebutuhan luas tanam.

sinarpidie.co - Petani di Pidie Jaya kelabakan mencari pupuk NPK, Urea, dan SP-36 bersubsidi di kios-kios pengecer. Meskipun stok pupuk subsidi itu tersedia, petani harus membeli mereka dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan di luar rayon pasar para petani tersebut berasal.

Makmur, 48 tahun, petani di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, kelawahan mencari pupuk, karena stok pupuk di kios pengecer yang menjual pupuk di rayonnya sedang kosong.

"Katanya pupuk belum sampai dari distributor. Kami mencari ke Ulim. Pupuk Urea bersubsidi dijual dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 180 ribu per zak 50 kilogram. Pupuk Urea non-subsidi Rp 370 ribu per zak 50 kilogram. Pupuk SP-36 non subsidi dijual Rp 125 ribu per zak 50 kilogram," katanya, Rabu, 27 Januari 2021.

Makmur tak bisa menunggu lama karena umur padi di sawah yang ia garap pada musim tanam rendengan ini sudah 30 hari. "Tidak mungkin kami menunggu terlalu lama, ya terpaksa harus kita beli apa yang ada," ujar Makmur lagi. 

Makmur menduga langkanya pupuk di Pidie Jaya akibat digondol para pekebun sawit.

Edi Surya, 43 tahun, petani di Gampong Rambong, Kecamatan Meureudu, terpaksa harus membeli pupuk Urea non-subsidi dengan harga Rp 350 ribu di kios pengecer pupuk bersubsidi di Kemukiman Beuracan. "Pupuk subsidi baru masuk pertengahan Februari. Kan sudah tidak penting lagi, karena padi sudah berbulir," kata Edi.

Dihimpun sinarpidie.co, jumlah alokasi pupuk bersubsidi untuk Pidie Jaya pada tahun 2020 adalah 7.538 ton, yang terdiri dari Urea 2.999 ton, NPK 2.080 ton, SP36 1.046 ton, ZA 803 ton, dan Organik 610 ton.

Alokasi pupuk bersubsidi untuk Pidie Jaya pada 2021 menurun drastis menjadi 5.599 ton, yang terdiri dari NPK 2000 ton, Urea 2.999 ton, dan Organik 600 ton. "Pidie Jaya tidak memperoleh alokasi SP36 dan ZA tahun ini," kata Sekretaris Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, Rusdi SP, Rabu, 27 Januari 2021.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, Rusdi SP. (sinarpidie.co/M Rizal).

Alokasi 5.599 ton berbanding terbalik dengan luas tanam sawah di Pidie Jaya 88.18 hektare dalam satu musim tanam. Karena dua kali tanam dalam setahun, total luas tanam di Pidie Jaya tidak kurang dari 17.300 hektare. "Untuk kebutuhan pupuk yang kita usulkan melalui E-RDKK sebanyak 14 ribu ton per tahun, sedangkan yang diberikan oleh pusat melalui provinsi untuk Pidie Jaya 5.999 ton," ujar Rusdi.

"14 ribu ton untuk padi, jagung, cabai dan bawang. Sementara kuota pupuk subsidi yang diberikan hanya 39,9 persen. Bagaimana bisa cukup?" katanya lagi. "Meski sudah diberlakukan turun sawah serentak,  pendistribusian pupuk tidak serta-merta tertangani dengan baik. Oleh sebab itu, kami menganjurkan pada petani untuk menggunakan pupuk non-subsidi dan pupuk organik untuk mensiasati agar kebutuhan pupuk tertangani."

Rencana distribusi pupuk melalui kartu tani belum berjalan

Rencana pendistribusian pupuk bersubsidi melalui kartu tani belum dapat diimplementasikan di Pidie Jaya karena, pembagian kartu tersebut baru dilakukan di dua kecamatan, yakni Meureudu dan Bandar Baru. "Sekarang masih manual. Kartu tani belum berlaku, karena belum habis dibagi. Mungkin pertengahan tahun ini akan selesai dan akan diberlakukan," ujar Rusdi.

Baca juga:

Jumlah petani yang masuk dalam rencana definitif kebutuhan kelompok atau RDKK tahun 2021, yang menjadi dasar pengalokasian pupuk bersubsidi, sebanyak 20.993 petani, sedangkan jumlah kartu tani yang baru dibagikan hanya 3000 kartu tani.

Pengecer dan distributor pupuk

Jumlah pengecer pupuk bersubsidi di Pidie Jaya: 49 kios pengecer yang tersebar di dalam delapan kecamatan di Pidie Jaya. "Tahun lalu beberapa kios pernah ditindak karena melakukan kecurangan baik menjual pupuk bersubsidi di atas HET dan di luar rayon pasar," tutur Rusdi.

Adapun kios pengecer pupuk bersubsidi yang ditindak berada di Kecamatan Bandar Dua atau Ulee Glee. "Tidak buka lagi, karena syarat untuk kembali beroperasi harus meneken surat pernyataan tidak mengulang perbuatan menjual pupuk bersubsidi kepada yang tidak berhak dan di luar rayon pasar kios pengecer tersebut," ungkap Rusdi.

Sementara, jumlah distributor pupuk bersubsidi, yang mendistribusikan pupuk ke kios-kios pengecer di Pidie Jaya, tercatat lima perusahaan. yaitu CV Ingat Tani di Kecamatan Bandar Dua, CV Putra Jaya Tani Mandiri di Kecamatan Bandar Dua, CV Inti Indah Mandiri di Kecamatan Ulim, CV Blang Raya Kupula di Sigli, dan CV Rahmat Nan Jaya di Lhokseumawe.

Menurut Rusdi, tidak ada jalan keluar jangka panjang untuk mengatasi kelangkaan pupuk di setiap kali musim tanam, selain beralih pada pemakaian pupuk non-subsidi dan pupuk organik.

"Jumlah kuota pupuk bersubsidi dan luas tanam sangat timpang," tuturnya. "Kami pernah mewacanakan untuk melakukan subisidi silang melalui APBK. Setelah dihitung-hitung, Rp 15 miliar yang harus ditanggung, dan secara keuangan daerah itu tidak mampu dilakukan." []

Loading...