Olahraga

Menerka Pilihan Morinho

·
Menerka Pilihan Morinho
Sumber foto: www.dailystar.co.uk.

sinarpidie.co--Mungkin jika kita bertanya kepada Jose Mourinho, salah satu pelatih sepak bola sohor di dunia, tim sepak bola apa yang paling ia benci, rasanya jawabannya mudah ditebak: Liverpool. 

Selama meniti karir sebagai pelatih, dua kali ia mengalami pemecatan setelah timnya dikalahkan Liverpool. Yang pertama, saat ia menukangi Chealsea pada tahun 2015-2016. Ia  dipecat setelah beberapa hari timnya ditaklukkan Liverpool dengan skor 3-1.

Pemecatan kedua ia alami baru-baru ini, di pekan ke-17 Premier League, di mana Livepool kembali menjadi penyebabnya: Manchester United kalah 3-1 dari Liverpool.

Sekarang Mou, sapaan akrabnya, sepenuhnya menganggur. Ia juga tidak memberi tanda apa-apa ke mana ia akan berlabuh. Setelah pemecataan oleh MU, wartawaan Sky Sport, sempat mewawancarainya dan menanyakan masa depannya. Ia hanya menjawab, "Nothing".

Meskipun demikian Mou bukanlah pelatih abal-abal. Sejarah membuktikan ia pernah berjaya bersama Porto dengan menjuarai Liga Champion.

Kemudian, ia juga pernah mengukir prestasi gemilang bersama Inter Milan dengan mengoleksi treble winner. Tidak hanya itu, bersama Real Madrid, Chealsea, dan MU, ia juga telah banyak mengoleksi piala bergengsi.

Namun, kita tidak akan mengulas tentang kedetilan raihan prestasi pelatih berpaspor Portgal itu. Kita akan menebak ke mana Mou akan melanjutkan kariernya: mencari klub baru atau kembali ke klub yang pernah dilatihnya.

Sepanjang karir kepelatihannya, pelatih yang memiliki julukan "The Special One" itu tidak pernah melatih sebuah klub lebih dari tiga tahun: Porto (2002–2004), Chelsea (2004–2007), Inter Milan (2008–2010), Real Madrid (2010–2013), Chelsea (2013–2015), dan Manchester United (2016–2018).

Liga Inggris mungkin bukanlah tempat yang cocok lagi bagi Mou. Tercatat, ia tidak pernah memenangkan Liga Champion bersama tim Inggris yang pernah ia latih. Sampai saat ini, spanduk “Grazie Mourinho” masih terbentang di Giuseppe Meazza.

Suporter Inter Milan sepertinya masih ingin bereuni dengan Mou, mengingat kenangan manis yang pernah ia berikan kepada mereka.

Pilihan itu mungkin bisa menjadi pilihan menarik baginya. Tapi, ada hal-hal yang perlu ia pertimbangkan, mengingat Inter yang sekarang bukanlah seperti yang dulu. Pemiliknya berbeda (Suning Holdings Group), presidennya berbeda (Steven Zhang), bahkan CEO-nya pun juga berbeda (Alessandro Antonello).

Kualitas para pemainnya pun tak terlalu ciamik dibanding kala Mourinho masih di Giuseppe Meazza.

Alternatif kedua adalah kembali ke Bernabeu. Itu juga pilihan tak kalah menarik. Sebab, ketika dulu ia pergi dari Madrid, ia hanya punya masalah dengan Ronaldo. Si pemain merasa taktik Mou membingungkan dan buruk, sementara Mou menganggap Ronaldo pemain paling sok tahu. Namun, ia tidak pernah mempunyai masalah sedikit pun dengan pemilik klub, Florentino Perez. Perez bahkan tidak pernah mengatakan memecat Mourinho. Perez hanya menyebutkan "kesepakatan bersama".

 Sekarang Ronaldo tidak lagi berseragam Madrid, dan El Real pun sedang dalam performa angin-anginan.

Predrag Mijatović, mantan Direktur Olahraga Madrid menyebutkan, peluang kembalinya Mourinho ke Bernabeu memang tinggi.

"Saya tidak tahu ukuran persentasenya, tapi kemungkinannya amat besar," ujar pencetak gol kemenangan Madrid ke gawang Juventus di final Liga Champions 1998 itu kepada goal.com.

Selanjutnya ada PSG. Tim kaya raya asal Prancis itu juga memiliki kecocokan bagi Mou yang kadung membeli pemain secara jor-joran. Ketertarikan Mou terhadap tim yang bermarkas di Parc des Princes itu pernah ia tunjukkan lewat pujian atas proyek sensasional PSG dengan membeli pemain dengan harga selangit. Ia mengatakan bahwa hal itu sebagai sesuatu yang spesial, ajaib, dan fantastis.

Terakhir, mungkin agak terdengar ganjil, gosip tentang Mou melatih Boca Juniors.

Dilansir dari tirto.id, isu tersebut pertama kali muncul ke permukaan setelah Veronica Brunati, jurnalis olahraga TNT Sports asal Argentina, membuat sebuah cuitan di Twitter. Veronica memberi selamat kepada Nicolas Burdisso (mantan anak buah Mourinho kala di Inter) karena mendapat peran baru sebagai direktur teknik di Boca. Kemudian Burdisso merayu Mou untuk menukangi tim berjuluk Los Xeneizes itu. Konon juga, Esteban Cambiasso, yang pernah berkerja sama sebagai pemain dengan Mou di Inter, akan dipersiapkan untuk menjadi asistennya.

Menarik untuk ditunggu, ke manakah pelatih yang kontroversial nan ekspresif itu berkarir selanjutnya?

Loading...