Banner Stunting
Klik Tambang

Kuliner

Mencicipi Kanji Rumbi Caleue, Kuliner yang Kaya Rempah-Rempah

·
Mencicipi Kanji Rumbi Caleue, Kuliner yang Kaya Rempah-Rempah
Kanji Rumbi. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Kedai Kanji Rumbi milik H. Muhammad Ali, 65 tahun, terletak di  jalan Banda Aceh-Medan, sekitar 500 meter sebelum sampai ke pusat Kecamatan Indrajaya, Pidie.

Memasuki kedai kanji rumbi tersebut, aroma rempah-rempah pun sangat terasa.

Selain menu utama berupa kanji, ada menu tambahan seperti pergedel, telur dan kerupuk kulit yang tergeletak di atas meja.

Para pekerja tampak sibuk menaruh kanji ke dalam beberapa mangkok. Mereka juga menaburi bawang goreng dan potongan daun seledri ke dalamnya sesaat sebelum semangkok kanji rumbi dihidangkan ke meja pelanggan.

Reza, salah satu pengelola Kanji Rumbi Caleue menceritakan awal mula Kanji Rumbi Caleue itu berdiri sekitar tahun 1991.

“Saat itu setahu saya, ayah kami yang memulai pertama menjual kanji di wilayah Pidie. Awalnya ayah kami memulai menjual kanji di Pasar di lapak kaki lima. Setelah beberapa tahun jualan di situ kemudian pindah ke Lampoh Saka, dan kemudian pindah lagi ke Caleu. Saat itu kami belum ada kedai sendiri,” kata dia, Minggu,  4 November 2018.

Kala itu, sang ayah H. Muhammad Ali, masih menyewa kedai milik orang lain.

“Kemudian sekitar tahun 2011 pindah lagi ke kedai sendiri di Seupeng, arah jalan Banda Aceh Medan, tidak jauh dari kecamatan Indra Jaya sekitar 500 meter dari pusat kecamatan Indra Jaya. Setiap hari kedai kanji kami selalu buka mulai pukul 08.30 sampai pukul 04. 00 sore. Kadang kalau lagi ramai sampai pukul 14.00 WIB sudah habis semua,” sebutnya.

Bumbu-bumbu kanji diracik H Muhammad Ali. Setelah diracik di rumah, kemudian, kata Reza, “kami bawa ke kedai untuk kami masak dulu. Waktu memasaknya dimulai sejak pukul 06.30 WiB sampai pukul 08.30 WIB sudah siap saji.

Reza menjelaskan, kanji Caleu yang dijualnya itu sudah dikenal seluruh Aceh. Ada banyak orang yang singgah, menyantap kanji saat dan sebelum pulang ke Bireun, Lhokseumawe, dan Langsa.

“Dalam satu mangkok kanji dikenakan harga Rp 7000. Kalau pakai pergedel tambah telur dan kerupuk kulit itu harganya Rp 15.000 per porsi. Biasanya sekitar pukul 10.00 sampai pukul 12.00 WIB ramai orang singgah," kata Reza.

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kanji adalah beras, santan kental,  kentang, wortel, daging ayam, udang, daun bawang, bawang goreng, udang rebon goreng, wortel, dan sejumlah bahan lainnya.

“Sebagian bahannya dipotong kecil-kecil. Kemudian bahan rempah rempah yang di masukkan kedalam kanji tersebut yaitu, pala, jahe, merica, kapulaga, daun pandan, cengkeh, kayu manis, ketumbar, seledri dan bawang putih. Kesemua bahan tersebut disesuaikan dengan takaran jumlah bubur kanji yang akan disiapkan,” kata Reza lagi.

Baca juga:

Adapun proses memasaknya: beras direndam dulu dari malam sampai menjelang pagi. Kemudian bumbu rempah-rempah dijemur dulu, setelah itu disangrai, kemudian diblender dan dijemur lagi. “Setelah itu kita panaskan air dulu sampai mendidih sambil kita siapkan juga santan secukupnya. Di saat air mendidih kita masukkan beras yang sudah direndam. Sesaat kemudian kita masukkan santan, lalu kita masukkan kentang dan wortel yang sudah dipotong kecil-kecil. Lalu kita masukkan bumbu basah berupa jahe, bawang putih dan bawang merah sambil diaduk supaya tidak berkerak. Kemudian kita masukkan bumbu rempah lainnya serta garam secukupnya. Kita masukkan potongan daging ayam yang telah dipotong kecil-kecil, serta udang dan daun seledri,” tutupnya. []

Komentar

Loading...