Mencicipi Jeruk Manis di Mane

·
Mencicipi Jeruk Manis di Mane
Kebun jeruk seluas setengah hektare di Gampong Mane, Kecamatan Mane, Pidie. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co— Letak lahan seluas dua naleh atau setengah hektare di Duson Mane Cot, Gampong Mane, Kecamatan Mane, Pidie, itu agak menjorok ke dalam, dari Jalan Tangse-Geumpang KM 75. Di dalam lahan yang dipagari dengan kawat berduri yang ditancapkan pada dahan-dahan pohon kedondong yang tumbuh rapat, 300 pohon jeruk tumbuh dengan jarak 4 hingga 5 meter. Pemandang hijau terhampar di sana. Dari Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, waktu tempuh ke tempat tersebut sekitar dua jam berkendara.

“Pohon-pohon jeruk ini ditanam empat tahun yang lalu atau pada 2016,” kata Husaini, 37 tahun, warga Gampong Mane, pemilik kebun jeruk tersebut, Sabtu, 18 Juli 2020. “Bibit jeruk tersebut dari Berastagi, Sumatera Utara. Panen raya baru dua kali tahun ini.”

Husaini telah merantau ke Berastagi, Sumatera Utara, sejak 2006 silam. Di sana, ia melihat kebun-kebun jeruk yang berbuah lebat sehingga ia memutuskan untuk mencoba membudidayakan jeruk di Mane. Di Berastagi, Sumatera Utara, Husaini membuka warung nasi. “Ada dua jenis jeruk yang saya tanam di Mane, yaitu jeruk madu dan jeruk manis. Saya pulang-pergi Brastagi-Mane,” sebutnya.

Kata dia, jeruk-jeruk tersebut ditanami secara bertahap. “Tidak sekaligus ditanam. Tiga tahap,” tuturnya.

Pada Mei 2020, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, kebun tersebut dibuka untuk umum, di mana para pengunjung dapat menikmati jeruk-jeruk di dalam kebun tersebut dengan tiket masuk Rp 5 ribu. “Di dalam kebun, pengunjung dapat mencicipi jeruk sepuasnya. Jika dibawa pulang, per kilogram Rp 25 ribu,” kata Husaini. []

Loading...