Laporan mendalam

Membangun Jalan di Akhir Tahun

·
Membangun Jalan di Akhir Tahun
Seorang pengendara sepeda motor melewati Jalan Blang Reuboh, Kecamatan Delima, Pidie, yang tengah dibangun. Foto direkam pada Senin, 18 Desember 2017. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—Memasuki triwulan IV tahun anggaran 2017, pekerjaan konstruksi jalan: Pembangunan Jalan Kumbang – Kunyet, Kecamatan Mila / Padang Tiji; Pengerasan Jalan Gampong Blang Dhot Kecamatan Tangse, Pembangunan Jalan Kompleks Kejaksaan Negeri Pidie, Pemeliharaan Jalan Gampong Aree-Metareum Kecamatan Delima/ Mila, Pembangunan Jalan Wakeuh - Bluek Gle Cut Kecamatan Indrajaya, dan Pembangunan Jalan Blang Reuboh, Kecamatan Delima, masih dalam proses tender. Proses tender sendiri sudah dimulai sejak pertengahan November 2017 dan penandatanganan kontrak rencananya akan dilakukan pada Senin 11 Desember 2017. Sumber dana untuk lima proyek jalan tersebut berasal dari APBK-P (perubahan-red) Pidie 2017 dengan satuan kerja: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pidie.

Infografik sinarpidie.co

Total anggaran yang akan digelontorkan untuk lima proyek jalan tersebut adalah Rp 3.886.831.000.

Sementara itu, di lain sisi, penutupan pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (KU-PAPBK) Pidie 2017 dilakukan pada Rabu 28 November 2017.

“Meskipun usulan proyek untuk perubahan belum dibahas di DPR Kabupaten Pidie, namun proyek-proyek tersebut boleh ditender dengan syarat di dalam kontrak disebutkan poin apabila anggaran di kemudian hari tidak tersedia atau DPR tidak mengesahkan program tersebut, maka calon penyedia jasa (kontraktor-red) tidak boleh menuntut atau menggugat pemerintah daerah,” kata Kepala Pokja ULP Pidie Bukhari AP MSi, Kamis 6 Desember 2017, di Sigli.

Menurutnya, pertimbangan terealisasinya pengerjaan jalan-jalan tersebut hingga tutup buku anggaran 2017 tergantung pada kajian teknis Dinas PU dan Penataan Ruang Pidie selaku pengguna anggaran.

“Biasanya yang tidak berani dikerjakan di akhir tahun itu untuk pekerjaan bangunan fisik, tapi kalau jalan, itu pengguna anggaran (Dinas PU dan Penataan Ruang-red), yang lebih tahu pertimbangan teknisnya,” kata dia lagi.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pidie Tantawi Yusuf mengatakan, secara garis besar, panjang jalan untuk tiap-tiap proyek tersebut adalah 500 sampai dengan 600 meter.

“Baru gunning (Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa-red). Hingga sekarang kontraktornya belum bekerja. Senin kontrak akan ditandatangani,” kata dia, Jumat 8 Desember 2017, di Sigli.

Pihaknya, ungkap Tantawi, memprediksi proyek tersebut bisa selesai pengerjaannya asalkan cuaca cerah.

“Untuk pengaspalan, itu bisa selesai dalam satu hari. Kalau tidak hujan. Kalau hujan, tidak bisa juga. Mengerjakan base, untuk pengerasan jalan, itu memakan waktu seminggu,” ungkapnya.

Perencanaan dan pengawasan sendiri

Dinas PU dan Penataan Ruang Pidie tidak menunjuk atau memilih penyedia jasa konsultan perencanaan dan pengawasan untuk lima proyek jalan tersebut, tapi perencanaan dan pengawasan justru akan dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli di dinas tersebut.

“Konsultan tidak ada. Perencanaan sendiri. Perencanaan dinas. Kita ukur sendiri. Pengawasan dan perencanaan di kita. Tidak ada uang untuk itu,” ungkap Tantawi lagi.

Sekali amprah

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pidie Mustafa SE MSi mengatakan, tutup buku anggaran tahun 2017 jatuh pada tanggal 31 Desember. Namun pihaknya mewanti-wanti agar semua SKPK membawa pengajuan (amprah-red) paling telat pada 20 sampai dengan 25 Desember.

“Agar tidak menumpuk,” kata dia via telepon selular, Kamis 6 Desember 2017.

Di lain pihak, Kabid Bima Marga Dinas PU dan Penataan Ruang Pidie mengatakan untuk penarikan uang akan dilakukan dalam sekali tarik sekaligus.

“Kalau untuk proyek-proyek ini, tidak ada amprahan uang muka lagi. Tapi diamprah sekaligus. Karena mepet sekali waktunya,” ungkapnya.

Pasal 6 ayat satu (1) Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor per 12- /PB/ 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara pada Akhir Tahun Anggaran 2017, berbunyi satuan kerja harus mengajukan data kontrak tahun tunggal yang ditandatangani sampai dengan tanggal 30 November 2017 ke KPPN paling lambat tanggal 5 Desember 2017.

Lalu, pasal 6 ayat lima (5) huruf j berbunyi: SPM-LS kontraktual yang pembuatan BAST/BAPP termasuk BAPP pembayaran per termin mulai tanggal 1 Desember 2017 sampai dengan tanggal 31 Desember harus sudah diterima KPPN paling lambat tanggal 21 Desember 2017 pada jam kerja.

KPPN sendiri adalah singkatan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, dan SPM-LS ialah surat perintah membayar langsung. 

"Pekerjaan bisa selesai tanggal 25, namun proses adm-nya yang tidak siap," kata Tantawi.

Tanggapan Komisi C DPRK Pidie

Ketua Komisi C DPRK Pidie Isa Alima mengaku telah memberikan tanggapan terhadap pengerjaan proyek-proyek konstruksi jalan itu dalam pembahasan KU-PAPBK di DPR sebelumnya.

“Pada saat pembahasan perubahan, saya sudah sampaikan, jika ada proyek-proyek berbentuk fisik, yang waktu pengerjaannya tidak memungkinkan lagi untuk selesai tepat waktu, itu mohon diluncurkan ke 2018. Kalau dipaksakan, dikhawatirkan hasilnya tidak maksimal dan masyarakat yang dirugikan,” kata dia, Kamis 6 Desember 2017. []

Baca juga:

Loading...