MaTA: Refocussing Kegiatan untuk Covid-19 tak Pengaruhi Pengadaan Fasilitas Mewah para Elite Birokrat

·
MaTA: Refocussing Kegiatan untuk Covid-19 tak Pengaruhi Pengadaan Fasilitas Mewah para Elite Birokrat
Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian.

Revitalisasi ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dengan pagu Rp 4.350.000.089 menjadi contoh, betapa pemotongan anggaran bagi belanja publik dan realokasi serta refocussing kegiatan untuk penanganan Covid-19, tidak berpengaruh pada elite birokrat tapi hanya berdampak pada masyarakat Aceh di level ekonomi yang rendah.

sinarpidie.co - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai revitalisasi ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dengan pagu Rp 4.350.000.089 bukanlah kebutuhan mendesak.

"Ini salah satu contoh kebijakan anggaran masuk dalam pemborosan keuangan daerah," kata Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, Senin, 13 Juli 2020.

Selain pemborosan keuangan daerah, sebut Alfian, proyek tersebut juga menjadi contoh, betapa pemotongan anggaran bagi belanja publik dan realokasi serta refocussing kegiatan untuk penanganan Covid-19, tidak berpengaruh pada elite birokrat tapi hanya berdampak pada masyarakat Aceh di level ekonomi yang rendah.

"Pemerintah Aceh melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran 2020 sebanyak Rp 1,7 triliun, sesuai dengan data pemerintah pusat. Konsekuensi dari hal itu, alokasi anggaran pembangunan Aceh terjadi pemotongan. Akan tetapi konsekuensi tersebut tidak terjadi pada fasilitas para birokrat di Lingkungan Pemerintah Aceh. MaTA sangat kecewa terhadap peristiwa yang terjadi berulangkali dan bebal ini," sebut Alfian.

Di samping itu, MaTA juga menilai slogan "Bereh" yang dilekatkan pada Sekda Aceh Taqwallah ternyata hanya pepesan kosong. "MaTA mendesak secara tegas, dr Taqwallah MKes, selaku Sekda Aceh untuk menolak alokasi anggaran tersebut agar dapat dialokasikan pada kebutuhan rakyat saat ini, dan itu lebih bermafaat," katanya. "Penting juga dilihat dari rasa keadilan dan mengalokasikan anggaran berbasis kinerja menjadi nyata. Bukan hanya sebagai retorika. Dalam catatan MaTA sebelumnya, Sekda Aceh juga mengalokasikan anggaran pengadaan leptop Asus Rog Strix Hero II GL504GMES170T dengan pagu Rp 166.553.730. Saat itu, publik juga menolak pengadaan tersebut karena publik menganggap leptop jenis tersebut bukan kebutuhan kerja tapi hanya untuk kebutuhan main game." []

Loading...