Banner Stunting
Klik Tambang

MTQ ke-34 Aceh

MaTA: Ajang MTQ bukan Ajang Wiralaba para Pejabat

·
MaTA: Ajang MTQ bukan Ajang Wiralaba para Pejabat
Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian. Foto Ist.

sinarpidie.co—Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyorot dugaan adanya potensi mark-up harga satuan pada belanja pakaian adat daerah (jas adat) untuk even MTQ Aceh ke-34 di Pidie senilai Rp 637.500.000, dengan rincian Rp 5 juta hingga Rp 2,5 juta per setel.

“Ketika sudah ditelusuri satu setel jas adat lengkap dengan kopiah meukeutop Rp 1,4 juta, sementara hitungan pengadaan jas adat  para pejabat untuk MTQ dianggarkan paling rendah Rp 2,5 juta,  jika ini dipaksakan, maka potensi mark-up jelas ada. Kita berharap ini segera direvisi soal budget,” kata Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian pada sinarpidie.co, Kamis, 8 Agustus 2019.

Kata dia, hal ini jelas tidak patut, bahkan secara agama pun sangat tidak Islami. Even MTQ yang bernapaskan Islam, sebut Alfian, tidak elok jika dijadikan ladang korupsi dan ladang pendapatan baru.

“Even MTQ merupakan even penting. Namun, kita berharap DPR memastikan adanya revisi budget. Seharusnya para pejabat memikirkan cara mengentaskan kemiskinan, bukan memikirkan cara mencari laba. Ini sudah wiralaba dan sudah sangat berbahaya,” kata Alfian, menjelaskan.

Di samping itu, Alfian juga menyorot tentang honorarium panitia non-PNS dalam MTQ ke-34 Aceh senilai Rp 1,5 miliar. “Makanya DPR harus berani melakukan revisi anggaran. Hal itu sudah di luar kewajaran,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, belanja pakaian adat daerah (jas adat) untuk pergelaran MTQ ke-34 Aceh di Pidie pada September mendatang senilai Rp 637.500.000. Rinciannya: Belanja pakaian adat daerah gubernur dan istri dua setel Rp 10 juta. Pakaian adat pejabat provinsi (Sekda, Asisten, Kakanwil, Kepala Dinas) 20 setel x 3.000.000, Rp 30.000.000.

Pakaian adat untuk DPRK, staf ahli, asisten, Kadis, Kaban, Kabag 100 setel x 2.500.000,  Rp 250.000.000. Setelan jas adat untuk dewan hakim 100 setel x 2.500.000, Rp 250.000.000. Setelan jas adat untuk pengawas dan pengarah 15 x 2.500.000, Rp 37.500.000.

Salah seorang pengrajin souvenir Aceh di Garot, Pidie, mengatakan, harga jual satu setel jas adat Aceh paling banter biasanya Rp 700 ribu. "Itu harga paling banter baik lelaki maupun perempuan. Kalau tambah topi Aceh, satu setel, jadi Rp 1,4 juta," kata pengrajin tersebut, menolak identitasnya dituliskan.

Harga tersebut, kata dia, berlaku di seluruh Aceh. "Punya kita, kita pasarkan di Banda Aceh kok," sebutnya.

Di samping itu, jasa panitia non-PNS MTQ Aceh ke-34 senilai Rp 1,5 miliar: jasa panitia pelaksanaan harian Rp 98.500.000. Jasa panitia bidang media, humas, publikasi, dokumentasi dan pameran Rp 72.000.000. Jasa  panitia bidang keamanan dan ketertiban Rp 40.000.000. Jasa panitia sarana, prasarana, dan perlengkapan Rp 97.000.000. Jasa panitia bidang konsumsi, akomodasi, tamu dan kebersihan Rp 75.500.000. Jasa panitia bidang Musabaqah dan Penghubung Dewan Hakim Rp 121.100.000. Jasa panitia bidang kesehatan Rp 18.500.000. Jasa panitia bidang pendanaan Rp 12.500.000. Jasa panitia bidang sekretariat dan verifikasi Rp 52.500.000.

Jasa petugas pemantapan tempat dan pemondokan Rp 271.900.000. Jasa petugas pengamanan dan ketertiban lalu lintas Rp 414.000.000. Jasa petugas medis Rp 36.000.000. Jasa petugas pelaksana kegiatan pembukaan MTQ Aceh Rp 43.000.000. Jasa petugas pelaksana kegiatan penutupan Rp 43.000.000.

Baca juga:

“Belanja pakaian adat mencapai Rp 3 juta dan Rp 5 juta per setel, soal jas itu terbuat dari apa saja itu saya tidak ahli di bagian itu, karena itu ada standar masing masing. Kalau gubernur itu kan performannya kan lebih bagus bahannya. Hal itu saya tidak bisa menjawab secara rinci, dan itu sudah ditender dan dalam proses dikerjakan. Baju kepanitiaan, satu setel dengan celana, itu sudah ditender dan sedang dijahit. Itu untuk kebersamaan,” kata Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Pidie, Drs T Sabirin SH, pada sinarpidie.co, Selasa, 6 Agustus 2019. []

Komentar

Loading...