Kunjungan Presiden ke Aceh

Masjid Raya dan Presiden Jokowi

·
Masjid Raya dan Presiden Jokowi
Setelah menunaikan salat Jumat Presiden Joko Widodo dan rombongan yang juga ditemani oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyerahkan 320 sertifikat tanah hibah. (sinarpidie.co/Syahrul).

sinarpidie.co--Ada yang lain dengan suasana salat Jumat di Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat, 14 Desember 2018 kemarin. Setiap jamaah yang masuk ke dalam pekarangan masjid harus melewati pemeriksaan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terlebih dahulu. Itu dilakukan di setiap gerbang masuk. Maklum, pemeriksaan tersebut merupakan upaya pengamanan terhadap orang nomor satu di Indonesia, yaitu Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo beserta rombongannya, dalam setiap kunjungan kerja.

Pemeriksaan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). (sinarpidie.co/Syahrul).

Presiden Joko Widodo dan rombongan telah hadir di area Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sejak sebelum waktu salat Jumat tiba.

Setelah menunaikan salat Jumat, Presiden Joko Widodo dan rombongan, yang juga ditemani oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyerahkan 320 sertifikat tanah hibah.

“Barusan setelah salat, telah diserahkan 320 sertifikat tanah, untuk kepentingan masjid, meunasah dan untuk kebutuhan pondok pesantren,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan ini, Presiden Joko Widodo juga menyatakan bahwa penyerahan sertifikat ini adalah bagian dari agenda reforma agraria walaupun nanti dipergunakan untuk kepentingan tempat ibadah dan kepentingan pendidikan agama. Agenda yang sama juga telah telah dilakukan di daerah-daerah lain, walapun di daerah lain banyak dalam bentuk penyelesaian konflik lahan lalu dikembalikan ke masyarakat.

Joko Widodo juga menyampaikan bahwa tahun lalu telah menyerahkan lima juta sertifikat tanah.

Setelah menunaikan salat Jumat Presiden Joko Widodo dan rombongan yang juga ditemani oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyerahkan 320 sertifikat tanah hibah. (sinarpidie.co/Syahrul).

Selain itu, dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo meminta kepada masyarakat, khususnya, masyarakat Aceh, untuk tetap bersatu menjaga NKRI.

“Saya menitipkan kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada masyarakat Aceh untuk tetap menjaga persatuan demi keutuuhan NKRI. Aceh memiliki masa lalu yang kelam, dan kita harapkan tidak pernah terulang lagi,” tegas Joko Widodo.

Masyarakat Aceh, katanya, jangan mudah terpecah belah dan saling membenci.

“Jangan sampai antara adik beradik, tangga dengan tetangga, dan antar desa menjadi terpecah belah, apalagi hanya karena disebabkan oleh pemilihan semata, baik pemilihan bupati/walikota, pemeilihan Gubernur dan bahkan akibat pemilihan presiden,” ungkapnya. “Even pemilihan ini hanya lima tahun, dan akan selalu ada setiap lima tahun, sedangkan kita hidup berdampingan sepanjang jam, sepanjang hari, kan saya jika rebut hanya karena agenda pemilihan dan saya yakin masyarakat Aceh cerdas untuk ini.”

Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, ini, telah tiba di Aceh sejak pukul 22.00 WIB, Kamis, 13 Desember 2018.

Presiden Jokowi menyampaikan sambutan usai Salat Jumat di Masjid Raya. (sinarpidie.co/Syahrul).

Terdapat beberapa agenda Jokowi dan Rombongan pada kunjungan kali ini, di antaranya, pertemuan dengan para kepala desa di ACC Dayan Dawod Unsyiah, Darussalam Banda Aceh, pertemuan dengan sejumlah tokoh ulama Aceh, penyerahan 320 sertifikat tanah hibah, serta meresmikan beberapa pembangunan, seperti peresmian Fly Over Simpang Surabaya, peletakan batu pertama pembangunan Jalan Tol, peresmian masjid Attaqqarub Trienggadeng, serta penandatangan rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Selanjutnya, Jokowi dan rombongan akan terbang ke Riau untuk agenda lainnya di sana. []

Reporter: Syahrul

Loading...