Marzuki: Saya tidak Tahu-Menahu Soal Istri saya yang Menyimpan Sabu

·
Marzuki: Saya tidak Tahu-Menahu Soal Istri saya yang Menyimpan Sabu
Sumber ilustrasi: radarcirebon.com.

sinarpidie.co--Marzuki, suami Anita yang sebelumnya terlibat kasus enam paket kecil Narkotika jenis sabu yang terbungkus dalam plastik bening seberat 0,76 gram dan telah divonis bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum menjual sabu oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sigli dan dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun dan denda Rp 1 miliar pada Senin, 15 Juni 2015 lalu, menegaskan dirinya tak terlibat dalam kasus tersebut.

Meski sebelumnya sinarpidie.co tak menyebutkan bahwa dirinya terlibat dalam kasus yang peredaran sabu tersebut, dalam keterangan tertulis yang diterima sinarpidie.co, Selasa, 7 Januari 2020, Marzuki merasa ia telah dituduh ikut terlibat dalam kasus tersebut.

“Tuduhan terhadap saya disebut-sebut turut terlibat itu tidak benar sama sekali dan saya saat peristiwa itu tidak tahu karena sedang sibuk mempersiapkan Konferkab PWI Pidie. Saya juga tidak terlibat sama sekali karena saya tidak tahu-menahu soal istri saya turut menyimpan sabu," sebutnya.

Ia menyesalkan kasus yang menjerat istrinya itu diungkit kembali padahal kasus tersebut telah terjadi lima tahun yang lalu.

“Dan istri saya telah bebas. Sangat jelas redaksi sinarpidie.co sengaja melakukan dan menyerang saya secara pribadi, bahkan saya tidak pernah dikonfirmasi yang seharusnya dikonfirmasi dan diberi hak jawab saya,” kata Marzuki.

Baca juga:

Diberitakan sebelumnya, fenomena pasangan suami-istri mengedar sabu dapat dirujuk pada 44 napi perempuan di Lapas Perempuan Kelas III Sigli per Januari 2018 di mana mereka terjerat kasus hukum karena mengedar narkotika jenis sabu.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie AKBP Werdha Susetyo SE menyimpulkan, berdasarkan kasus-kasus yang ditangani pihaknya, biasanya perempuan yang mengedar narkotika jenis sabu 'berada dalam satu paket' bersama para suami mereka. “Suami mengedar, istri juga ikut serta mengedar,” kata AKBP Werdha Susetyo SE, Sabtu, 4 Januari 2020. “Untuk jumlahnya ini agak sedikit rahasia.

Penelusuran sinarpidie.co pada sistem informasi penelusuran perkara Pengadilan Negeri Sigli, pada 2015, nomor perkara 121/Pid.Sus/2015/PN Sgi menyingkap fenomena yang unik. Anita diputuskan oleh Majelis Hakim PN Sigli terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum menjual sabu pada Senin, 15 Juni 2015. Ia dipidana penjara selama lima tahun dan denda Rp 1 miliar. Adapun barang bukti yang diperoleh dari Anita adalah enam paket kecil Narkotika jenis sabu yang terbungkus dengan plastik bening seberat 0,76 gram dan satu unit handphone merk Samsung warna hitam CE : 0168, IMEI 357492/04/808899/9. 

Kendati Anita ditangkap di Rawa, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, dan dijebloskan ke dalam penjara, suaminya, Marzuki, yang berprofesi sebagai wartawan di Pidie, bebas berkeliaran karena Marzuki disebut-sebut tak terlibat kasus enam paket kecil Narkotika jenis sabu yang terbungkus dalam plastik bening seberat 0,76 gram itu. []

Komentar

Loading...