Mantan Kadisparbudpora Pidie Divonis 4 Tahun Penjara

·
Mantan Kadisparbudpora Pidie Divonis 4 Tahun Penjara
Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Efendi SH MH. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co— Mantan Kepala Dinas Disparbudpora Pidie Drs Arifin Rahmad, terdakwa kasus tindak pidana korupsi pengadaan tanah lapangan sepak bola dan trek atletik pada tahun anggaran 2017, divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Jumat, 17 April 2020.

Lalu, Ibrahim Nyakmad, terdakwa pada kasus tindak pidana korupsi yang sama, divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara.

“Uang pengganti Ibrahim Nyakmad sesuai dengan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh Rp 1.018.024.000. Kalau tidak diganti maka yang bersangkutan harus menjalani hukuman penjara 1,6 tahun,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Efendi SH MH di Kantor Kejari Pidie di Sigli, Jumat, 17 April 2020.

Kata Efendi lagi, nilai uang pengganti senilai Rp 1.018.024.000 telah dikonversi dengan barang bukti yang disita senilai Rp 168.000.000 di mana total jumlah uang pengganti yang seharusnya ialah Rp 1.186.024.000.

Barang bukti yang disita senilai Rp 168.000.000 merupakan pengembalian uang sejumlah Rp 100 juta dari Budiman H Syamaun, Rp 20 juta dari Mustafa alias Kubeh, Rp 40 juta dari Ishaq SKep, dan Rp 8 juta dari Zulkifli alias Tgk Dun.

“Kami belum memutuskan untuk mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan hakim untuk dua terdakwa tersebut. Kita masih pikir-pikir dalam waktu 14 hari,” katanya.

Vonis hakim lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum. Drs Arifin Rahmad dituntut pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp 300 juta subsider penjara tiga bulan, dan Ibrahim Nyakmad pidana penjara selama tujuh tahun enam bulan dan denda Rp 300 juta subsider penjara tiga bulan.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan pada Jumat, 27 Maret 2020, jaksa juga menuntut Ibrahim Nyakmad membayar uang pengganti kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie sebesar Rp 1.186.024.000. Jika ia tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan sesudah putusan pengadilan maka harta bendanya disita Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan jika yang bersangkutan  tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara untuk selama 3,6 tahun.

Baca juga:

Sebelumnya, dua terdakwa ini masuk ke dalam daftar DPO. Drs Arifin Rachmad ditangkap pada 18 September 2019, dan Ibrahim Nyakmad menyerahkan diri ke Kantor Kejaksaan Negeri Pidie pada Jumat, 20 September 2019. Berkas keduanya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh pada Jumat, 22 November 2019. Sidang pertama kedua terdakwa digelar pada Jumat, 6 Desember 2019 dan putuskan pada Jumat, 17 April 2020.

Adapun jumlah saksi-saksi yang dihadirkan dalam 23 kali persidangan tersebut ialah 54 saksi. Selama proses persidangan, kedua terdakwa menjalani masa tahanan di LP Kaju.

Kasus korupsi pengadaan tanah lapangan sepak bola dan trek atletik pada tahun anggaran 2017 lalu dengan pagu anggaran Rp 2,3 miliar. Hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh terhadap kerugian Negara untuk kasus korupsi pengadaan tanah seluas 10.780 m2 di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie, itu, ialah Rp 1,1 miliar.[]

 

Loading...