Bupati Roni tak Mau ke DPR

Malam di Akhir Tahun di Gedung DPRK Pidie

·
Malam di Akhir Tahun di Gedung DPRK Pidie
Wakil Bupati Pidie Fadhullah TM Daud. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Malam itu, jalan di depan Gedung DPRK Pidie lenggang. Yang lalu-lalang hanya satu-dua mobil pribadi. Di dalam halaman gedung DPRK, mobil berdesakan, berebut ruang parkiran.

Agak ke dalam, melewati pintu utama Gedung DPRK Pidie, seorang pria bertubuh jangkung, berkulit kuning langsat, dan berkepala plontos yang tertutupi kopiah beludru, memasang wajah acuh tak acuh. Itu adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Mulyadi Yacob SPd MM yang semula tampak linglung. Kelak, usai sidang di DPR, wajah Mulyadi berubah menjadi berseri-seri.

Meski sempat ditunda karena Bupati Pidie Roni Ahmad tidak hadir pada sidang paripurna pembukaan dan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (R-APBK) 2019, Kamis, 13 Desember 2018 kemarin, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Jumat, 14 Desember 2018 malam, akhirnya membuka dan mulai membahas R-APBK Pidie 2019.

Pada pembukaaan sidang R-APBK tersebut, Bupati Roni Ahmad tetap tak menampakkan batang hidungnya di gedung DPRK Pidie. Di atas mimbar, berdiri Wakil Bupati Pidie Fadllullah TM Daud dalam setelan jas. Ia baru saja tiba dari Polandia guna mempresentasikan inisiatif dan inovasi dalam upaya pengendalian perubahan iklim melalui dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) Pidie No. 12/2018 yang mengatur penggunakan dana desa untuk perlindungan lingkungan dan hutan, dalam konferensi internasional perubahan iklim: Conference of Party (COP) ke-24.

Dengan nada bicara yang teratur dan terdengar jelas, Wakil Bupati Pidie Fadhullah TM Daud menyampaikan nota keuangan dan R-APBK Pidie tahun 2019.

Lagi, tanpa tersendat-sendat, dia menjabarkan komposisi kapasitas fiskal R-APBK Pidie tahun 2019.

“Pertama, pendapatan asli daerah ditargetkan sebesar Rp 282. 214.740.586. Kedua, dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp 1.132.399.001.764. Selanjutnya, pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 611.551.471.751,” kata Fadhullah.

R-APBK tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 2.026.165.214.101, yang terbagi untuk kebutuhan belanja daerah yaitu, belanja tidak langsung sebesar Rp 1.353.534.499.752, sedangkan untuk belanja langsung sebesar Rp 706.284.306.676.

Sang Wakil Bupati Pidie menyebut angka penerimaan pembiayaan daerah berupa sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya ditargetkan sebesar Rp 33.653.592.327. 

Pimpinan DPRK Pidie, yang duduk di depan, tampak lesu. Satu-dua perwakilan Muspida Pidie mengusap-usap kening. Tatapan para anggota DPRK Pidie tertuju pada kertas di hadapan mereka masing-masing.

“Dengan demikian pembiayaan netto sebesar Rp. 33.653.592.327,” kata Fadhullah.

“Banyak hal yang saya harapkan dapat menjadi pencermatan dan perhatian kita bersama, terutama berkaitan dengan prioritas dan program-program yang mendukung tercapianya kebijakan umum anggaran tahun 2019. Semoga rancangan Qanun daerah tentang APBK tahun anggaran 2019 dapat segera dibahas," tutup Fadhullah, sangat normatif, diplomatis, dan terdengar klise tentunya. []

Komentar

Loading...