Meski terkendala pupuk dan distribusi air

Luas Tanam Padi di Pijay Melebihi Target

·
Luas Tanam Padi di Pijay Melebihi Target
Petani saat panen padi di Pijay. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co- Seribu hektare lahan persawahan di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, ditanami padi pada musim tanam gadu yang kedua tahun 2020 melalui Program Gerakan Mandiri Pangan (Gampang). Petani, dalam program ini, memperoleh benih secara gratis. Tak hanya itu, penggarapan tanah juga dibiayai pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya drh Muzakkir MM mengatakan masa tanam dalam program Gampang ini direncanakan rampung per 30 Sepetember 2020. Hingga saat ini, kata dia, lima ratus hektare sawah telah ditanami padi dan sudah berumur satu minggu.

“Sebagian masih olah tanah untuk daerah yang kekurangan air seperti di kemukiman Peulandok. Pupuk juga diberikan gratis walau hanya sebatas stimulus, yaitu 50 kg NPK per hektare," katanya pada sinarpidie.co Kamis, 24 September 2020, di Meureudu. "Pelaksana program ini Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dan Kodam Iskandar Muda. Kita dari dinas ikut mendampingi Poktan dalam hal pembinaan dan pengawalan supaya tujuan dan sasaran tercapai dengan baik."

Output dari program Gampang ini ialah tercapainya produksi gabah kering giling (GKG) 6 ton per hektare. “Bila ini tercapai, maka akan menghasilkan 6000 ton gabah kering giling. Dari yang sudah ditanam pada September ini targetnya akan panen pada minggu kedua Desember,” sebutnya.

Pemerintah Aceh menargetkan luas tanam padi di Pidie Jaya pada 2020 ialah 16.533 hektare. Realisasinya melebihi dari angka yang ditargetkan, yakni 17.711 hektare. “Artinya Pidie Jaya sudah di atas 100 persen. Jika ditambah dengan program Gampang ini seluas 1000 hektare maka saat dipersentasekan luas tanam akan lebih tinggi lagi nanti. Capaian hari ini sudah 107,13 persen, tapi masih ada waktu sampai 30 Sepetember. Estimasinya akan tercapai 110 persen barangkali kalau produksi gabah sampai September sudah mencapai 80 ribu ton lebih," kata Muzakkir, menjelaskan.

Lalu, potensi luas panen hingga Desember 2020 diproyeksikan sekitar 4.800 hektare lebih. “Apabila provitasnya 6 ton dikali 4.800  berarti masih ada 28.800 ton lagi. Jika ditambah dengan yang sudah terealisasi sebanyak 80 ribu ton, kita dari Dinas Pertanian Pidie Jaya menyakini capaian produksi padi di Pidie Jaya dalam tahun 2020 ialah 108 ribu ton lebih kurang," katanya. “Capaian produksi 108 ribu ton pada tahun 2020 di Pidie Jaya menunjukkan peningkatan produksi dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 97 ribu ton. PDRB Pijay 49 persen disumbangkan oleh sektor pertanian.”

Kendala pupuk di Pijay

Ketersedian pupuk bersubsidi untuk petani di Pidie Jaya tak sebanding dengan luas tanam baik untuk tanaman padi maupun palawija sehingga petani harus beralih pada pupuk non-subsidi yang mengakibatkan meningkatnya biaya produksi.

Baca juga:

Alokasi pupuk bersubsidi Pidie Jaya sebesar 6.714 ton. dimana terdiri dari pupuk Urea 2.899 ton, SP36 972 ton, ZA 853 ton, NPK 1.680 ton dan organik 310 ton. "Sedangkan kebutuhan kita di Pijay mencapai 13.300 ton. Untuk tanaman padi saja 17000 hektare, jagung 2000 hektare. Kalau kita bagi hanya 50 presen pupuk yang tersedia dari jumlah yang diperlukan," katanya. "Dalam hal ini pemerintah Pijay sudah berupaya mengirim surat dua kali pada Dinas Pertanian dan Pangan Aceh supaya dapat melakukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ke Pidie Jaya. Upaya berikutnya melalui penyuluh pertanian untuk mengajak petani kita untuk menggunakan pupuk organik yang harganya relatif lebih murah, karena pupuk tersebut juga sangat baik.”

Kendala selanjutnya ialah distribusi air. "Masalah air sering kali  dihadapi oleh petani Panteraja, petani Trienggadeng, sebagian petani Bandar Baru, dan sebagian petani di Kecamatan Jangka Buya. Jika persoalan pupuk dan air dapat ditangani dengan baik, saya yakin gairah dan motivasi petani untuk berproduksi semakin besar sehingga dengan sendirinya laju pertumbuhan ekonomi juga semakin meningkat. Yang mampu menjawab dua persoalan adalah Pemerintah Aceh karena kewenangan irigasi dan pupuk bersubsidi di provinsi,” kata Muzakir lagi. []

Loading...