LPDN Minta BPK Audit Bantuan Beasiswa Pemkab Pidie

·
LPDN Minta BPK Audit Bantuan Beasiswa Pemkab Pidie
Sumber ilustrasi: kbr.id.

sinarpidie.co—Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Potential Development of Nature (LPDN) meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh untuk melakukan audit investigasi terhadap anggaran untuk tim seleksi dan penyaluran bantuan beasiswa umum daerah senilai Rp 127. 491.000 dan anggaran untuk tim seleksi dan penyaluran bantuan beasiswa utusan daerah Kabupaten Pidie senilai Rp 152.911.000 pada tahun anggaran 2018 pada Bagian Kesejahteraan Sosial Setdakab Pidie.

“Paling tinggi untuk perjalanan dinas. Dan Rp 1,2 M beasiswa yang disalurkan melalui Bank Aceh juga terkesan tertutup. Jadi, BPK kami harap mau melakukan audit investigasi. Bila dalam hasil audit yang tak memiliki batas waktu kedaluwarsa, itu, ditemukan kerugian Negara, maka BPK dapat merekomendasikan hasil audit tersebut pada aparat penegak hukum,” kata Ketua LPDN Muammar pada sinarpidie.co di Sigli, Selasa, 15 Januari 2019.

Hal itu, kata dia, dipandang mendesak karena pengelolaan dana tim seleksi dapat dikatakan terealisasi 85 persen dari total anggaran. 

Dikatakan Muammar lagi, perjalanan dinas fiktif kuat dugaan terjadi mengingat seleksi bantuan beasiswa utusan daerah yang penerimanya sebanyak empat orang semestinya tidak perlu dilakukan seleksi lagi.

“Dua mahasiswa di Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta menerima 24 juta per tahun. Dan dua mahasiswa penerima bantuan beasiswa utusan daerah kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka menerima 26 juta per tahun. Mereka itu sudah di sana sejak semester satu. Masak verifikasi tiap tahun dengan perjalanan dinas. Untuk tim seleksi dan verifikasi bantuan beasiswa utusan belanja perjalanan dinas terbagi atas perjalanan dinas dalam daerah dan luar daerah: Rp 104.236.000. Apa yang diseleksi dan diverifikasi dengan menggunakan anggaran Rp 100 juta?” sebut Muammar.

Baca juga:

BPK, sebut Muammar, juga bisa menjadikan temuan mereka di Dinas Pendidikan Pidie pada 2017 lalu di mana terdapat SP2D 01683/SP2DGJ/1.01.03.00 ganda pada dinas tersebut dengan nomor arsip SI00010106 dan SI00010107 pada Bendahara Pengeluaran Disdik, sebagai pertimbangan.

“Walau beda Satker, tapi isunya sama, isu pendidikan. Double cair Rp 117.331.696,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie pada tahun anggaran 2018 menganggarkan Rp 1, 2 miliar untuk bantuan beasiswa. Bantuan beasiswa tersebut terdiri dari bantuan beasiswa umum daerah dan bantuan beasiswa utusan daerah. Sementara itu, anggaran untuk tim seleksi dan penyaluran bantuan beasiswa umum daerah senilai Rp 127. 491.000, sedangkan anggaran untuk tim seleksi dan penyaluran bantuan beasiswa utusan daerah Kabupaten Pidie senilai Rp 152.911.000.

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kabag Kesos) Setdakab Pidie T Irwansyah mengatakan, anggaran untuk tim seleksi dan penyaluran bantuan beasiswa umum daerah senilai Rp 127. 491.000 terealisasi 86 persen, sementara anggaran untuk tim seleksi dan verifikasi beasiswa utusan daerah terealisasi 71 persen dari Rp 152.911.000. []

Komentar

Loading...