LBH Banda Aceh Minta Polda Aceh Percepat Penegakan Hukum Dugaan Pencemaraan Lingkungan Limbah B3 RSUD TCD Sigli

·
LBH Banda Aceh Minta Polda Aceh Percepat Penegakan Hukum Dugaan Pencemaraan Lingkungan Limbah B3 RSUD TCD Sigli
Direktur LBH Banda Aceh Syahrul SH MH.

sinarpidie.co - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh mengapresiasi Polda Aceh yang telah menangani dugaan tindak pidana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di RSUD Teungku Chik Ditiro (TCD) Sigli, yang saat ini sudah memasuki tahap penyelidikan. “Artinya, penyidik yang telah ditunjuk sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti untuk membuat terang dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan akibat limbah Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Chik Ditiro. Juga artinya bahwa penyidik sedang mencari dan menemukan siapa yang akan bertanggungjawab untuk dijadikan tersangkanya,” kata Direktur LBH Banda Aceh, Syahrul SH MH, pada sinarpidie.co, Senin, 29 Maret 2021, melalui keterangan tertulis.

Meskipun demikian, LBH Banda Aceh mendorong penanganan kasus ini jangan dibiarkan berlarut-larut, mengingat limbah rumah sakit adalah limbah yang sangat berbahaya. “Jika ini diperlambat proses hukumnya, maka publik akan melihat ada upaya pengabaian dalam penegakan yang sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Secara kewenangan, jelas pihak kepolisian memiliki kewenangan untuk mengusut ini. Secara personel, logikanya tidak mungkin di tingkat Mapolda kekurangan sumber daya manusia atau SDM penyidik,” tutur Syahrul.

Selain itu, kata Syahrul, dukungan kebijakan peraturan perundang-undangan juga sudah jelas. Pihak penegak hukum, sebutnya lagi, bisa mengacu pada UU nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai landasan penindakan dan pengungkapan kasus tersebut. “Sedangkan untuk standar pencemaran lingkungan hidup terkait dengan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun atau limbah B3, negara telah mengeluarkan beberapa peraturan teknis yang bisa digunakan penyidik dalam pengungkapan kasus ini,” katanya. “Yang harus sama-sama kita pahami bahwa pada dasarnya hampir semua limbah itu berbahaya, maka negara melalui regulasinya menata tata cara pengelolaannya. Begitu juga dengan limbah rumah sakit, kategori ancamannya sangat berbahaya terhadap warga yang terdampak. Ada yang berdampak langsung, dan ada yang berdampak tidak langsung. Jadi jika ada dugaan kesalahan dalam tata kelola, harus segera diambil tindakan secara tepat dan cepat. Bahkan jika dinilai sangat berbahaya maka harus segera dihentikan aktivitas yang menghasilkan limbah tersebut sampai memang sudah memenuhi standar baku yang telah ditetapkan.”

Baca juga:

Syahrul menguraikan sejumlah turunan UU nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yaitu  Permen Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah, Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor: P.56/Menlhk-Setjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

“Kami dari LBH Banda Aceh akan terus memantau proses hukum ini dan akan terus mendorong keterbukaan pihak kepolisian dalam pengungkapan dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan ini. Pencemaran lingkungan salah satu tindak pindana serius. Yang terdampak akibat penyimpangan pengelolaan lingkungan hidup ini, bukan satu orang, tapi bisa satu kampung, bahkan bisa lebih luas, makanya dia diatur khusus melalui UU Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jadi, publik sangat berharap pihak kepolisian serius dan transparan. Jangan main-main, ini ancamannya kesehatan dan berakibat pada nyawa manusia,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan tindak pidana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di RSUD Teungku Chik Ditiro (TCD) Sigli memasuki tahap penyelidikan di Polda Aceh. “Masih dalam proses penyelidikan oleh Ditreskrimsus Polda Aceh,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, Kamis, 25 Maret 2021. []

Loading...