Layang-Layang yang Terbang di Langit Keumala

·
Layang-Layang yang Terbang di Langit Keumala
Peserta lomba layang. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co-- Di bawah jembatan rangka baja sepanjang 100 meter di Gampong Jijiem, Kecamatan Keumala, di pinggiran sungai yang luas dan kering, sekitar delapan layang melenggak-lenggok di angkasa.

Saat itu, lomba layang-layang yang diinisiasi pemuda gampong Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie, sedang berlangsung. Lomba itu digelar selama dua hari, yakni 21-22 April 2018.


Adapun mekanisme perlombaan tersebut: pada setiap babak, dari sepuluh layang yang ambil bagian, dipilih dua layang terbaik yang akan lolos ke babak selanjutnya.

"Secara keseluruhan ada 96 peserta yang ikut lomba. Setiap layang yang diikutsertakan masing-masing dipungut biaya pendaftaran per layang Rp 30 ribu. Kemudian, yang telah terdaftarkan, diberi nomor urut pada setiap layang," kata Ketua Panitia, Riki Ad.

Dia melanjutkan, ada dua nomor yang diperlombakan: layang Aceh dan layang bulan. Untuk ukuran layang, minimal dua meter.

"Benangnya pun ditentukan sepanjang 200 meter," kata Riki Ad.

Riki juga menambahkan, setiap layang diwajibkan memakai "bunga" di kedua sudut layang dan di kepala layang.

"Khusus layang Aceh harus ada ekor kain sepanjang 50 cm," ungkapnya.


Amatan sinarpidie.co, setiap peserta dibantu oleh satu orang yang ikut memegang layang dengan benang yang berjulur sepanjang 200 meter. Kemudian, panitia dengan pengeras suara, memberi aba-aba untuk menerbangkan layang tersebut ke angkasa, yang hari itu disalup langit hitam.

Ada beberapa layang yang putus terkena benang layang lain.

Adapun hadiah yang disiapkan panitia untuk para pemenang:

Juara 1 mendapatkan hadiah uang tunai Rp 1.000.000.

Juara 2 mendapatkan hadiah uang tunai Rp 700. 000.

Juara 3 mendapatkan hadiah uang tunai Rp 500.000. []

Reporter: Diky Zulkarnen

Loading...