Lapas Didominasi Kasus Narkoba, Apakabar Perawatan Metadon?

·
Lapas Didominasi Kasus Narkoba, Apakabar Perawatan Metadon?
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas III Sigli di Gampong Tibang, Pidie. (sinarpidie.co/Ayu Muliana).

sinarpidie.co—Munira—bukan nama sebenarnya—telah menjalani masa pidana selama dua tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas III Sigli di Gampong Tibang, Pidie. Ia divonis hukuman penjara selama lima tahun tiga bulan lantaran kepemilikan ganja sebanyak 3 kg.

“Kebetulan saya ambil kegiatan tataboga. Saya buat tahu dan ampasnya diolah menjadi kerupuk. Jadi, waktu berjalan tanpa terasa,” kata dia pada sinarpidie.co, Sabtu, 13 Januari 2018.

Munira mengaku, fasilitas di Lapas Kelas III Sigli cukup memadai. Namun, kata dia, kendala di sana akhir-akhir ini adalah menyangkut pesoalan air bersih.

“Kami kerap kali kesulitan air. Kami berharap pihak Lapas membuat sumur bor agar  pesoalan air dapat diselesaikan,” ungkapnya.

Luas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas III Sigli adalah 40.874 meter persegi. Per Januari 2018, 18 sel seluas 6x 3 meter di sana dihuni 70 narapidana. Masing-masing sel ditempati tiga hingga lima narapidana.

“Jumlah narapidana masih ideal, belum melebihi kapasitas. Kapasitas Lapas adalah 126 orang,” kata Kalapas Perempuan Kelas III Sigli Putranti Rahayu Bc IP, SSos, pada sinarpidie.co, Sabtu, 13 Januari 2018.

Penghuni Lapas tersebut, kata Putranti Rahayu,  didominasi oleh mereka yang tersandung kasus narkoba.

“Dihitung per satu Januari 2018, narapidana yang mengisi Lapas adalah 70 orang. Untuk dua kategori, yaitu pidana umum dan pidana khusus. Pidana umum: sepuluh kasus penipuan, penganiyaan tiga kasus, pembunuhan dua kasus, pencurian dua kasus. Kriminal umum empat kasus. Sedangkan pidana khusus meliputi narkoba (pengedar) sebanyak 44 kasus, korupsi dua kasus. Pemakai narkoba tiga orang,” kata dia lagi.

Kalapas Perempuan Kelas III Sigli Putrauti Rahayu Bc IP, SSos. (sinarpidie.co/Ayu Muliana).

Di dalam Lapas, narapidana tersebut mengikuti sejumlah kegiatan pemberdayaan yang meliputi kegiatan peningkatan keterampilan (life skill) dan pembinaan kepribadian.

Tidak ada program Metadon

Dikutip dari laman smslap.ditjenpas.go.id, sepanjang 2017, Lapas Perempuan Kelas III Sigli hanya memfasilitasi perawatan untuk penyakit TBC, yakni sebanyak tujuh kasus. Sementara itu, program Terapi Rumatan Metadon (PRTM) bagi pecandu narkoba belum berjalan di sana.

“Untuk program ini Lapas belum  punya,” kata Kalapas Perempuan Kelas III Sigli Putranti Rahayu Bc IP, SSos.

Putranti beranggapan, program metadon diperuntukkan khusus bagi mereka yang statusnya hanya sebagai “pemakai”.

Putusan hakim

Data yang dihimpun sinarpidie.co dari Pengadilan Negeri Sigli menunjukkan, sepanjang 2017, hakim menjatuhkan 194 putusan penjara dalam perkara Narkotika. Ganja 34 perkara dan sabu 160 perkara.

Infografis putusan hakim di PN Sigli terhadap perkara narkoba sepanjang 2017.

Dikutip dari Di Ujung Palu Hakim: Dokumentasi Vonis Rehabilitasi di Jabodetabek Tahun 2014, yang dirilis LBH Jakarta pada 2016 lalu, pada 2010, Mahkamah Agung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 (SEMA No. 4 Tahun 2010) “yang menjadi panduan bagi hakim untuk mengidentifikasi apakah seseorang merupakan pengguna narkotika dan memiliki kebutuhan untuk direhabilitasi.”

Baca juga:

Dengan kata lain, tidak semua pengguna narkoba berakhir di sel tahanan, tetapi bisa diputuskan oleh hakim untuk menjalani rehabilitasi.

Di samping itu, dikutip dari Tirto.id, Kejaksaan Agung juga menerbitkan Surat Edaran Jaksa Agung (SEJA) NO. B-601/E/EJP/02/2013 tentang Penempatan Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. []

Loading...