Lapangan Bola dan Trek Atletik di Pante Garot tak Masuk Daftar PORA 2020

·
Lapangan Bola dan Trek Atletik di Pante Garot tak Masuk Daftar PORA 2020
Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie Apriadi Ssos. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mulai mempersiapkan pelbagai fasilitas untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang akan digelar di Pidie pada 2022 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Dispasrbudpora) Pidie Apriadi Ssos mengatakan fasilitas olahraga yang akan dibangun, yaitu sport city, stadion sepakbola dan wisma atlet.

“Kita akan bangun fasilitas baru tersebut berstandar nasional. Tujuannya agar bisa digunakan di event-event nasional,” kata Apriadi Ssos, Rabu, 4 Maret 2020. “Sementara beberapa fasilitas yang sudah ada hanya perlu dilakukan renovasi.“

Adapun sarana olahraga yang akan direnovasi ialah GOR Baro Raya untuk lapangan bulutangkis dan tenis lapangan. “Untuk fasilitas Sport City, Disparbudpora Pidie akan melakukan pembebasan tanah tahun ini dengan anggaran Rp 15 miliar bersumber dari APBK,” kata Apriadi.

Berdasarkan hasil kajian Bappeda Pidie, kata Apriadi lagi, terdapat lima titik lokasi yang akan dipilih sebagai lokasi Sport City, yang tersebar di Kecamatan Pidie dan Kecamatan Kota Sigli.

Dikatakan Apriadi, anggaran pembangunan infrastruktur fisik belum bisa dikalkulasi, mengingat Detail Engineering Design (DED) sport city, stadion sepakbola dan wisma atlet, belum rampung.

Baca juga:

“Kita akan mengajukan anggaran untuk sayembara logo, maskot, dan soundrack PORA dalam APBK-P Pidie 2020,” katanya.

Ditanyai sinarpidie.co tentang status tanah lapangan sepakbola dan trek atletik di Gampong Pante Garot yang semula diperuntukkan untuk sport center dan pengadaan lahan telah tuntas dilakukan pada 2017 lalu senilai Rp 2,3 miliar, Apriadi mengatakan lokasi tersebut tidak masuk ke dalam rencana lokasi penyelenggaraan PORA 2020. “Kita ambil di kawasan perkotaan,” kata dia. “Dengan momen PORA kita ingin mengubah wajah Kota Sigli.”

Hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh terhadap kerugian Negara untuk kasus korupsi pengadaan tanah seluas 10.780 m2 di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie, ialah Rp 1,1 miliar. []

Loading...