Kuliner

Kue Bulo Laris Manis

Kue Bulo Laris Manis
Nurhayaton, 50 tahun, warga Gampong Dayah Tanoh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, sudah 17 tahun melakoni profesi sebagai penjual kue di Jalan Banda Aceh-Medan. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co- Nurhayaton, 50 tahun, warga Gampong Dayah Tanoh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, sudah 17 tahun melakoni profesi sebagai penjual kue di Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di depan Meunasah Payong Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie. Ia berjualan di bawah tenda, dan bolu-bolu yang ia jual tersusun rapi di atas sebuah meja.

Berbeda dengan hari-hari biasa, jelang dan setiap Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, Nurhayaton lebih fokus menjual bolu. "Kalau lebaran banyak yang beli bolu sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke rumah mertua dan saudara," kata dia, Minggu, 24 Mei 2020. "Hingga jam 3 sore tadi, sudah ada 60 bolu yang laku. Sama seperti lebaran sebelumnya."

Baca juga:

Nurhayaton tak sendiri di sana. Ada beberapa pedagang serupa di sisi kiri dan kanan lapak dagangannya. Harga bulo yang dia jual bervariasi antara Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung ukuran. Jenis bolu di sana antara lain, bolu mentega, bolu pandan, bolu caramel, dan bolu coklat. "Bolu yang saya jual dibuat oleh langganan saya. Kalau perlu tinggal telepon dan diantar ke sini. Untuk satu bulo saya dapat untung Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu."

Katanya lagi, penjualan bolu jelang hingga Idul Fitri tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. "Semenjak 25 Ramadhan dan puncaknya hari meugang," tutupnya. []

Loading...