Krueng Seulasak Perlu Dinormalisasi

·
Krueng Seulasak Perlu Dinormalisasi
Banjir yang menggenangi rumah-rumah warga di Gampong Jok Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Jumat, 4 Juni 2021 adalah dampak akibat tidak tertanganinya normalisasi Sub-DAS ini dalam tiga tahun belakangan.

sinarpidie.co - Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Batee melintasi tiga sub-DAS, yaitu Krueng Batee, Krueng Rajui, dan Krueng Seulasak. Kondisi Sub-DAS Krueng Seulasak cukup memprihatinkan dan membutuhkan normalisasi.

Banjir yang menggenangi rumah-rumah warga di Gampong Jok Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Jumat, 4 Juni 2021, adalah dampak akibat tidak tertanganinya normalisasi Sub-DAS ini dalam tiga tahun belakangan. Lima tahun lalu, tepatnya pada tahun 2016, banjir serupa—bahkan lebih parah—pernah melanda Gampong Jok Tanjong.

“Saya menyimpulkan terjadinya banjir karena aliran air di Krueng Seulasak terhambat oleh sampah rumah tangga dan rumpun bambu yang tumbang ke dalamnya. Kemudian, Krueng Seulasak yang sempit juga menjadi persoalan,” kata Saifullah, Sekretaris Gampong Jok Tanjong, Sabtu, 5 Juni 2021.

Pada tahun 2017 silam, katanya, normalisasi Krueng Seulasak pernah dilakukan. "Namun, setelah itu Krueng Seulasak tidak pernah dilakukan normalisasi lagi. Kami meminta Pemkab Pidie untuk segera melakukan normalisasi di sepanjang aliran Krueng Seulasak. Kalau normalisasi tidak segera dilakukan, banjir luapan akan terjadi lagi saat curah hujan tinggi,” kata Saifullah.

Camat Padang Tiji Asriadi SSos mengatakan bahwa banjir mulai merendam 30 rumah warga gampong setempat pada Jumat, 4 Juni 2021 pada pukul 17.00 WIB dengan ketinggian air 50 sentimeter hingga 70 sentimeter.  “Banjir mulai surut pada pukul 19.00 WIB. Pemerintah gampong setempat bersama aparat TNI dari Koramil Padang Tiji, aparat TNI Yon Armed 17 RC dan Muspika Padang Tiji, membuka dapur umum di meunasah Gampong setempat untuk melayani kebutuhan makanan bagi warga yang mengungsi selama satu malam,” kata Asriadi, Sabtu, 5 Juni 2021.

Asriadi menambahkan, banjir juga menggenangi sejumlah lahan pertanian warga di sejumlah gampong di Kecamatan Padang Tiji, antara lain, 44 hektare tanaman padi di Gampong Khang Tanjong, 23 hektare tanaman padi di Gampong Meuriya Tanjong, dan dua hektare tanaman palawija di Gampong Kupula Tanjong.

“Di Gampong Meuriya Tanjong dan Khang Tanjong 15 hektare tanaman padi yang berumur 15 hari setelah tanam tergenang air. Namun saat ini kondisinya sudah normal. Tidak ada sawah yang tergenang lagi,” kata Asriadi, Minggu, 6 Juni 2021. []

Loading...